Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) siap melayangkan somasi terhadap Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur dan dua orang lainnya dianggap menyebarkan narasi miring soal aliran dana Muktamar ke-35 PBNU. Somasi rencananya diajukan pekan depan.
Gus Ipul menegaskan, tudingan tanpa bukti terkait Muktamar ke-35 PBNU harus dipertanggungjawabkan. Jika klarifikasi tidak sesuai fakta, PBNU tidak segan melanjutkan perkara ke ranah hukum.
"Somasi akan kita berikan dalam minggu depan ini. Kita ingin yang membuat pernyataan-pernyataan yang tidak disertai bukti bisa mempertanggungjawabkan ucapannya," kata Gus Ipul usai Pelatihan Wali Asuh dan Wali Asrama se-Sulsel di Balai Besar Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) Sulsel, Jumat (25/9).
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini menyebut PBNU masih melakukan pendalaman bersama penasihat hukum PBNU. Gus Ipul kembali menegaskan somasi bukan langkah akhir. Namun, jika tidak ada klarifikasi atau dinilai tidak sesuai fakta, PBNU akan meneruskan perkara ke proses hukum.
"Ya, seterusnya kita akan ke proses hukum. Somasi itu adalah tahap awal. Apakah ada klarifikasi atau tidak. Kalau klarifikasinya tidak sesuai dengan fakta-faktanya, ya kita akan teruskan ke proses hukum," ujar dia.
Menurut Gus Ipul, tudingan yang beredar membuat gaduh, memicu fitnah, dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Untuk itu, eks Wali Kota Pasuruan ini meminta para pembuat pernyataan bertanggung jawab dan menunjukkan bukti.
“Kalau menyebut bahwa ada sesuatu, buktinya mana?” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul menegaskan akibat tudingan tersebut, PBNU menjadi sorotan, khususnya di media sosial. Adanya tudingan tersebut membuat opini muktamar dialiri dana dari hasil korupsi.
"Itu benar-benar membuat opini yang menyesatkan, mengganggu ketenangan,” kata dia.
Dia juga menegaskan muktamar berjalan dengan baik, terbuka, demokratis, dan berhasil menetapkan keputusan-keputusan sebagai landasan pengelolaan jam’iyah ke depan.
“Yang menang bermartabat, yang kalah terhormat. Coba lihat dalam proses muktamar. Kuat sekali prosesnya. Tetapi kenapa kemudian dimunculkan isu-isu yang tidak seharusnya?” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul tegas menyesalkan munculnya tuduhan terhadap Rais Aam. Menurutnya, Rais Aam dituduh melakukan tindakan yang tidak dilakukannya.
“Maka itu ini perlu diluruskan. Sebab kalau tidak, nanti dianggap benar oleh masyarakat dan sangat berbahaya,” pungkasnya.
PBNU menegaskan akan mengklarifikasi dan melakukan tabayun atas setiap pernyataan. Jika tidak didasari bukti cukup, somasi pekan depan menjadi pintu masuk ke proses hukum berikutnya.