Moeldoko Sebut Kekalahan Jokowi di Jabar dan Aceh Karena Serangan Isu Agama

Kamis, 18 April 2019 21:08 Reporter : Merdeka
Moeldoko Sebut Kekalahan Jokowi di Jabar dan Aceh Karena Serangan Isu Agama Kepala Staf Presiden Moeldoko. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin, Moeldoko, mengakui perolehan suara Jokowi di wilayah basis pemilih Islam masih kalah jauh dari capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Moeldoko menyebut Jokowi mendapat sedikit suara di Aceh, Sumatera Barat, Banten, Riau, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dibandingkan Prabowo.

Dia menduga kekalahan tersebut lantaran masyarakat di sana sudah terpengaruh isu agama yang diembuskan sejak lama.

"Kenapa begitu mudah terpengaruh? Karena embusan isu yang diwaspadai dari awal itu, itu memang luar biasa. Semburannya luar biasa," jelas Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/4).

Moeldoko mengaku mendapat penjelasan dari rekan-rekannya bahwa masyarakat Aceh sangat teguh pendirian apabila telah menyangkut masalah agama. Sehingga, mereka sulit untuk mengubah pilihan politiknya.

"Aku dibilangin teman-teman di Aceh, mau ngomongin program sampai mampus juga enggak didengerin. Karena urusannya sudah agama," katanya.

Kepala Staf Kepresidenan itu pun mengakui bahwa kehadiran Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin sebagai pendamping Jokowi di Pilpres, tak mampu merebut suara di basis Islam. Kehadiran pemuka agama sebagai pendukung Jokowi pun tak bisa melawan isu-isu miring.

"Belum bisa mengubah situasi. Karena itu emosi. Tetapi mudah-mudahan, kita sudah enggak bicara arah itu. Semuanya fokus pada membangun negara," ujar Moeldoko.

Di setiap acara kepresidenan ataupun kampanye, Jokowi sering meluruskan hoaks dan fitnah yang menyerang dirinya. Beberapa kabar bohong yang dikeluhkannya antara lain, isu antiulama, mengkriminalisasi ulama, isu melegalkan pernikahan pasangan sejenis dan akan ada larangan adzan jika menang Pilpres. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga curhat disebut anggota PKI.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com

[eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini