KRI Imam Bonjol Gelar Open Ship di Natuna, Dekatkan TNI AL dengan Masyarakat
KRI Imam Bonjol (383) menggelar KRI Imam Bonjol Open Ship di Natuna dalam rangka Hari Armada TNI 2025, mengundang masyarakat melihat langsung kehidupan prajurit dan peran TNI AL menjaga perairan. Kegiatan ini bertujuan mendekatkan TNI AL dengan masyarakat
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Imam Bonjol (383) membuka diri untuk masyarakat melalui kegiatan "open ship" yang digelar di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Armada TNI 2025, menunjukkan komitmen TNI Angkatan Laut dalam berinteraksi langsung dengan publik.
Kegiatan "open ship" ini berlangsung selama dua hari penuh, dimulai pada tanggal 6 hingga 7 Desember 2025, di Fasilitas Labuh (Faslabuh) TNI AL Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga. Komandan KRI Imam Bonjol, Letnan Kolonel Laut (P) Rayindra Asmara, menjelaskan bahwa inisiatif ini terselenggara berkat kerja sama erat dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai.
Ratusan pengunjung dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar, guru, masyarakat umum, dan anggota Jalasenastri Lanal Ranai, antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan kesempatan langka untuk menjelajahi kapal perang dan memahami lebih dalam tentang tugas serta kehidupan prajurit TNI Angkatan Laut.
Pengalaman Unik di Atas KRI Imam Bonjol
Selama kegiatan "open ship", para pengunjung diberi kesempatan istimewa untuk berkeliling kapal, melihat secara langsung berbagai ruangan vital, peralatan canggih, dan fasilitas penunjang yang digunakan prajurit. Mereka dapat mengamati anjungan, ruang kendali senjata, hingga ruang mesin, yang semuanya merupakan bagian integral dari operasional kapal.
Prajurit KRI Imam Bonjol dengan ramah memberikan penjelasan mendetail mengenai fungsi setiap bagian kapal. Selain itu, mereka juga memaparkan kehidupan sehari-hari di kapal perang, termasuk pola tugas yang ketat, tingkat kesiapsiagaan yang tinggi, serta berbagai operasi yang pernah dijalankan di wilayah perairan Natuna Utara yang strategis.
Letnan Kolonel Laut (P) Rayindra Asmara menegaskan pentingnya kegiatan ini. "Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung kapal perang, memahami kondisi serta kehidupan di dalamnya, sekaligus mengetahui peran TNI Angkatan Laut dalam menjaga perairan Natuna Utara," ujarnya.
Membangun Kedekatan dan Menumbuhkan Minat Bahari
Kegiatan "open ship" KRI Imam Bonjol tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi semata, tetapi juga memiliki misi yang lebih luas. TNI Angkatan Laut berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan, untuk membangun pemahaman dan dukungan terhadap peran pertahanan maritim.
Selain itu, inisiatif ini diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda di Natuna dan sekitarnya untuk berkarier sebagai prajurit matra laut. Dengan melihat langsung kehidupan di kapal perang dan memahami tugas mulia TNI AL, diharapkan muncul bibit-bibit unggul yang siap mengabdi menjaga kedaulatan negara di laut.
Rayindra menambahkan bahwa tujuan akhir dari "open ship" ini adalah untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. "Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga serta mempererat kedekatan antara TNI dan masyarakat," pungkasnya, menunjukkan harapan akan sinergi yang kuat antara militer dan warga sipil.
Sumber: AntaraNews