KRI Bima Suci Makassar: Kapal Latih Kebanggaan TNI AL Sandar, Sambutan Meriah Warnai Lattek KJK 2025
KRI Bima Suci Makassar sandar di Dermaga Hatta Selatan untuk Lattek KJK 2025 Taruna AAL. Sambutan meriah dan parade roll menarik perhatian, memperkuat diplomasi maritim dan jiwa kepemimpinan.
KRI Bima Suci-945, kapal latih kebanggaan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), baru-baru ini telah sandar di Dermaga Hatta Selatan, Makassar. Kedatangan kapal ini bertujuan untuk melaksanakan Latihan Praktik (Lattek) Pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2025.
Lattek ini diikuti oleh taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat III Angkatan ke-72, yang akan menjalani pelatihan di wilayah Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar. Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan para calon pemimpin masa depan TNI AL.
Momen kedatangan KRI Bima Suci Makassar disambut dengan sangat meriah dan antusiasme tinggi dari berbagai pihak. Sambutan ini tidak hanya datang dari lingkup TNI AL, tetapi juga dari masyarakat setempat yang turut memeriahkan suasana.
KRI Bima Suci Tiba dengan Sambutan Meriah
Kedatangan KRI Bima Suci-945 di perairan Makassar diwarnai dengan parade roll yang memukau dari para taruna AAL di atas tiang kapal. Aksi ini menampilkan kekompakan, kedisiplinan, dan semangat juang bahari sejati yang dimiliki oleh para calon perwira.
Antusiasme masyarakat dan jajaran TNI AL terlihat jelas saat KRI Bima Suci diiringi oleh KAL Mamuju-II.6-64 dan KAL Suluh Pari II-6-60. Tidak hanya itu, enam kapal pinisi tradisional seperti Pinisi Tungguma, Adama, Kita, Malaika, dan Nusantara turut serta mengiringi perjalanan kapal latih tersebut, menambah semarak penyambutan KRI Bima Suci Makassar.
Delegasi dari berbagai organisasi juga hadir menyambut, di antaranya pengurus daerah Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Kodaeral VI, Putra Putri Maritim Indonesia (PPMI), Pramuka Saka Bahari, serta siswa-siswi dari satuan pendidikan cabang Makassar Yayasan Hangtuah. Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Azis, menyatakan, "Momen seperti ini merupakan satu hal yang menarik dan disambut dengan gembira, baik lingkup TNI AL maupun masyarakat setempat."
Misi Strategis dan Pembentukan Karakter Taruna AAL
Komandan KRI Bima Suci sekaligus Komandan Satgas KJK 2025, Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, memimpin penurunan pasukan dan menerima penghormatan serta pengalungan syal tradisional dari Komandan Kodaeral VI. Acara penyambutan semakin meriah dengan penampilan atraktif Tari Paduppa, yang memperkaya nuansa budaya dalam semangat kebangsaan.
Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto mengungkapkan rasa harunya atas sambutan dan antusiasme masyarakat Kota Makassar. "Kami sangat senang dan bersyukur, dengan kehadiran KRI Bima Suci di kota ini yang bukan hanya menjadi momen kebanggaan, tetapi juga semangat persatuan laut dan darat dalam satu nafas kebaharian Indonesia," jelasnya.
Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan bahwa kunjungan KRI Bima Suci Makassar membawa makna strategis yang lebih luas. Pelayaran ini bukan sekadar latihan, melainkan momentum penting untuk memperkuat hubungan diplomasi maritim, memperkenalkan budaya bahari bangsa, serta memberikan pengalaman berharga bagi taruna-taruni AAL. Pengalaman ini diharapkan dapat membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan mereka di masa mendatang.
Kehadiran KRI Bima Suci Makassar menegaskan komitmen TNI AL dalam mencetak pemimpin maritim yang handal dan berwawasan luas. Latihan ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara TNI AL dengan masyarakat pesisir, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Sumber: AntaraNews