Woven Worlds: Inspirasi Perjalanan Wisata Indonesia-Prancis dari Buku Anak
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung peluncuran buku anak 'Woven Worlds' yang menginspirasi perjalanan wisata Indonesia-Prancis, merayakan 75 tahun hubungan diplomatik dan menumbuhkan kesadaran budaya sejak dini.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif Institut Français Indonesia (IFI), Kinderkloud, Milou, dan merek promosi pariwisata "Wonderful Indonesia". Kolaborasi ini berfokus pada peluncuran buku cerita anak berjudul "Woven Worlds".
Peluncuran buku ini bertujuan untuk menginspirasi generasi muda agar menjelajahi berbagai destinasi wisata, baik di Indonesia maupun Prancis. Acara peluncuran berlangsung di Jakarta pada hari Sabtu.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari perayaan penting 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis. Buku tersebut diharapkan dapat mengajak pembaca muda untuk memahami hubungan budaya melalui cerita, kerajinan, dan imajinasi.
Membangun Jembatan Budaya Melalui Pariwisata
Asisten Deputi Manajemen Strategis Kemenpar, I Gusti Ayu Dewi, menyampaikan harapannya bahwa buku "Woven Worlds" akan mendorong anak-anak untuk melakukan perjalanan. Perjalanan ini tidak hanya ke seluruh Indonesia dan Prancis, tetapi juga ke seluruh dunia.
Dewi menekankan pentingnya pengalaman ini untuk belajar, berteman, serta menikmati pengalaman yang indah dan bermakna. Hal ini sejalan dengan visi Kemenpar dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan.
Buku ini diharapkan dapat menanamkan kecintaan pada penjelajahan dan pemahaman budaya sejak usia dini. Inisiatif semacam ini sangat krusial dalam memperkuat ikatan antarnegara.
Perayaan 75 tahun hubungan diplomatik menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya kedua negara kepada generasi penerus. Buku ini menjadi media edukatif yang efektif.
Rotan: Simbol Kedekatan Budaya Indonesia dan Prancis
Direktur IFI, Jules Irrmann, menyoroti kolaborasi ini sebagai upaya untuk menumbuhkan imajinasi, kesadaran budaya, dan kecintaan belajar pada anak-anak. Menurutnya, buku ini berhasil menghubungkan dua budaya melalui kerajinan rotan.
Irrmann menjelaskan bahwa rotan adalah material yang sangat familiar di Prancis, meskipun tidak tumbuh di sana. Banyak kursi di bistro dan kafe Prancis yang ikonik terbuat dari rotan yang berasal dari Indonesia.
Keterkaitan ini menunjukkan bagaimana elemen budaya dapat menjadi jembatan penghubung antarnegara. Buku "Woven Worlds" secara visual dan naratif mengeksplorasi koneksi ini.
Melalui cerita yang disajikan, Irrmann berharap pembaca akan terinspirasi untuk berimajinasi dan mengenal lebih jauh budaya-budaya lain di dunia. Ini adalah langkah positif dalam pendidikan multikultural.
Sumber: AntaraNews