Wali Kota Bandung Instruksikan Nobar Persib vs Persija di Seluruh Kecamatan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menginstruksikan seluruh kecamatan untuk menggelar kegiatan Nobar Persib vs Persija pada Minggu (11/1), sebagai upaya antisipasi kepadatan massa Bobotoh di Stadion GBLA.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, telah mengeluarkan instruksi penting kepada seluruh kecamatan di wilayahnya. Instruksi ini berkaitan dengan penyelenggaraan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola antara Persib Bandung dan Persija Jakarta. Laga akbar BRI Super League ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 11 Januari, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kepadatan massa suporter. Mengingat tiket pertandingan telah habis terjual sejak beberapa pekan lalu, dikhawatirkan banyak Bobotoh akan tetap memaksakan diri datang ke stadion. Oleh karena itu, nobar menjadi solusi alternatif yang aman dan terkoordinasi.
Farhan menekankan pentingnya kegiatan nobar ini untuk memastikan semua Bobotoh dapat mendukung tim kesayangan mereka. Ia berharap tidak ada penumpukan suporter di sekitar GBLA. "Wahai camat-camat, pastikan bikin nobar di semua kecamatan," kata Farhan di Bandung, Jumat.
Antisipasi Massa dan Antusiasme Tinggi Laga Klasik
Keputusan untuk menggelar nobar secara serentak di seluruh kecamatan didasari oleh beberapa pertimbangan krusial. Salah satunya adalah tingginya antusiasme Bobotoh terhadap laga klasik Persib kontra Persija. Pertandingan ini selalu menjadi sorotan utama dan memicu gairah besar di kalangan penggemar sepak bola.
Farhan menjelaskan bahwa tiket pertandingan sudah ludes terjual beberapa minggu sebelumnya. Kondisi ini berpotensi menyebabkan ribuan suporter tanpa tiket tetap berdatangan ke area stadion. Penumpukan massa dapat menimbulkan masalah keamanan dan ketertiban.
Oleh karena itu, nobar di kecamatan diharapkan menjadi solusi efektif. "Sehingga Bobotoh yang tidak kebagian tiket tidak perlu memaksakan datang ke GBLA, cukup menonton di wilayah kecamatan masing-masing," ujarnya. Alternatif ini memastikan dukungan tetap tersalurkan tanpa mengganggu kondusivitas kota.
Laga Persib melawan Persija juga memiliki gengsi tinggi. Pertandingan ini berpotensi menentukan posisi kedua tim sebagai kandidat juara paruh musim. Ini menambah daya tarik dan urgensi bagi para suporter untuk menyaksikan jalannya pertandingan.
Imbauan Ketertiban dan Larangan Konvoi
Selain menginstruksikan nobar, Wali Kota Farhan juga menyampaikan imbauan tegas terkait ketertiban. Ia secara khusus melarang adanya konvoi atau pawai di jalanan, terlepas dari hasil akhir pertandingan. Imbauan ini berlaku baik saat Persib meraih kemenangan maupun jika hasil tidak sesuai harapan.
Farhan mengajak seluruh Bobotoh untuk menunjukkan kedewasaan sebagai suporter. "Menang atau kalah jangan pawai," katanya. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat umum. Konvoi seringkali menyebabkan kemacetan dan potensi gangguan ketertiban.
Wali Kota berharap Bobotoh dapat menjadi contoh suporter yang sportif dan bertanggung jawab. "Kita tunjukkan bahwa Bobotoh bisa tetap tertib, baik dalam kondisi senang maupun sedih, tanpa menyusahkan orang lain," tambahnya. Dukungan terbaik tidak hanya ditunjukkan di stadion, tetapi juga melalui perilaku yang tertib.
Harapan Kedewasaan Suporter Bobotoh
Farhan sangat berharap agar para Bobotoh dapat menunjukkan tingkat kedewasaan yang tinggi dalam mendukung tim kesayangan mereka. Dukungan yang sportif dan bertanggung jawab adalah kunci untuk menjaga citra positif suporter Persib. Ini juga berkontribusi pada keamanan dan kenyamanan Kota Bandung secara keseluruhan.
Ia menekankan bahwa esensi dukungan sejati tidak hanya terbatas pada kehadiran fisik di stadion. "Dukungan terbaik bukan hanya hadir di stadion, tetapi juga menjaga ketertiban," ucapnya. Sikap ini mencerminkan semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap kota.
Pada akhirnya, tujuan utama adalah kemenangan Persib yang didukung dengan cara terbaik. Wali Kota berharap pertandingan berjalan lancar dan Bobotoh dapat merayakan atau menerima hasilnya dengan bijak. Hal ini akan menciptakan suasana yang kondusif bagi semua pihak.
Sumber: AntaraNews