Suporter Soroti Mental PSMS Medan: Perlu Dipertajam untuk Championship 2025/2026
Suporter PSMS Medan menyoroti perlunya penajaman mental bertanding tim Ayam Kinantan. Evaluasi menyeluruh diharapkan meningkatkan performa di Championship 2025/2026.
Suporter PSMS Medan, yang tergabung dalam PSMS Fans Club (PFC), menyoroti pentingnya penajaman mental bertanding para pemain. Penilaian ini muncul setelah melihat performa tim yang kurang konsisten di beberapa laga Championship 2025/2026.
Pembina PFC, Hendra Sihaloho, menyatakan bahwa kualitas bermain tim Ayam Kinantan masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Ia mengamati bahwa pemain seringkali tampil kurang tenang dan gagal mengamankan poin penuh.
Pernyataan ini disampaikan di Medan pada Sabtu, 8 November, sebagai respons atas hasil pertandingan yang mengecewakan. Evaluasi mendalam diharapkan mampu mengembalikan mental PSMS Medan yang dikenal tangguh.
Evaluasi Kualitas Bermain dan Kegagalan Mengamankan Poin
Hendra Sihaloho mengamati bahwa anak-anak asuh pelatih Kas Hartadi cenderung bermain kurang tenang dalam beberapa pertandingan terakhir. Mereka juga dinilai tidak dapat memanfaatkan peluang dengan baik, sehingga sering kehilangan keunggulan.
Kondisi ini terlihat jelas saat PSMS Medan tidak mampu mengamankan poin penuh ketika melawan Persikad dan Adhyaksa. "Bayangkan mereka tidak mampu menang, padahal dua laga itu mereka sudah unggul tetapi kecolongan di menit terakhir," ujar Hendra.
Hal tersebut, menurutnya, harus menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran pelatih tim berjuluk 'Ayam Kinantan'. Penajaman mental PSMS Medan menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini.
Evaluasi ini penting untuk memastikan tim dapat mempertahankan keunggulan dan tampil lebih konsisten sepanjang pertandingan.
Membangkitkan Kembali Gaya Bermain 'Rap-Rap' PSMS Medan
Hendra Sihaloho meminta jajaran pelatih untuk lebih melakukan berbagai upaya agar gaya bermain PSMS Medan yang dikenal 'Rap-Rap' dapat diterapkan. Gaya bermain ini diharapkan mampu meningkatkan mental bertanding pemain.
"Gaya PSMS Medan dari dulu itu dikenal keras, tetapi sportif. Artinya mental bertanding harus ditunjukkan oleh pemain PSMS saat ini," tegasnya.
Dengan mengembalikan identitas bermain yang agresif namun tetap menjunjung sportivitas, diharapkan mental PSMS Medan akan kembali kuat. Ini akan membantu tim menghadapi tekanan di setiap laga.
Oleh karena itu, ia berharap dengan evaluasi yang dilakukan, PSMS Medan dapat mengamankan tiga poin penuh saat menghadapi Bekasi FC pada pekan kesembilan. "Penutupan putaran pertama. PSMS Medan harus menang. Pokoknya tiga poin harga mati," ujarnya.
Kesiapan Tim Menghadapi Laga Krusial
Asisten Pelatih PSMS Medan, Welliansyah, menyatakan bahwa anak-anak asuhnya dalam kondisi siap tempur. Menurutnya, seluruh aspek telah dievaluasi secara menyeluruh oleh tim pelatih.
"Besok pertandingan antara PSMS menghadapi Bekasi adalah pertandingan yang sangat menarik sekali. Untuk persiapan, kami sudah melakukan persiapan baik teknik, taktik, fisik, dan mental," jelas Welliansyah.
Welliansyah berharap seluruh pemain dapat bermain sesuai dengan harapan dan menunjukkan penampilan terbaik mereka. Dengan persiapan matang ini, ia optimis PSMS Medan bisa mencuri poin di laga tersebut.
Kesiapan ini menjadi modal penting bagi PSMS Medan untuk menghadapi pertandingan krusial dan membuktikan bahwa mental tim sudah kembali tajam.
Sumber: AntaraNews