Ricecooker Go Global: Album Perdana "Favorite Dinner Guest" Bidik Pasar Internasional
Grup musik Ricecooker mantap go global dengan album perdana "Favorite Dinner Guest" yang seluruh lagunya berbahasa Inggris, siap menaklukkan pendengar dunia.
Grup musik Indonesia Ricecooker secara resmi meluncurkan album perdana mereka bertajuk "Favorite Dinner Guest" pada Jumat, 30 Januari 2026, di Minute Jakarta. Peluncuran ini menandai langkah ambisius mereka untuk menembus pasar musik global.
Aktor sekaligus vokalis Jerome Kurnia mengungkapkan bahwa keputusan untuk menggunakan bahasa Inggris di semua lagu merupakan strategi utama. Langkah ini diambil dengan tujuan agar karya-karya mereka dapat dinikmati oleh khalayak yang lebih luas.
Ricecooker berharap musik mereka tidak hanya diterima di Indonesia, tetapi juga mampu menjangkau pendengar di Asia Tenggara dan bahkan seluruh dunia. Ini menjadi manifestasi dari visi jangka panjang grup tersebut.
Strategi Bahasa Inggris dan Kolaborasi Kreatif Ricecooker
Keputusan Ricecooker untuk merilis seluruh lagu dalam album "Favorite Dinner Guest" dengan lirik berbahasa Inggris adalah bagian dari strategi untuk go global. Jerome Kurnia menjelaskan, "Kami pingin menyebarkan apa yang kami rasakan (saat membuat sebuah karya musik) tidak hanya di Indonesia saja. Kami berharap bisa dinikmati global atau mungkin kayak ya bisa dimulai dari Asia Tenggara dulu."
Proses penciptaan lagu dalam album ini sangat mengedepankan kolaborasi dan keterbukaan antar anggota. Meskipun basis dan kibordis Will Mara sering mendominasi dalam penulisan lagu, ia selalu melibatkan masukan dari Jerome Kurnia dan gitaris Alif Keenan.
Will Mara menambahkan, "Selalu kayak feedback-feedback-nya (masukan-masukannya) tuh jadi hal yang pertama gue ciptakan tuh berubah banget, karena ditambah lagi bumbu dari Jerome sama Alif (gitaris Alif Keenan), dan dari yang lain itu enggak kepikiran sebelumnya di otak gue." Contoh nyata terlihat pada lagu "Smitten", di mana bagian jembatan lagu (bridge) lahir dari ide Jerome.
Pengaruh Musik 80-an dan Identitas Musikal Ricecooker
Secara musikalitas, Ricecooker tidak membatasi diri pada satu genre tertentu, namun mengakui adanya pengaruh kuat dari musik era 80-an. Inspirasi awal pembentukan band ini bahkan muncul dari lagu ikonik "Maneater" karya Daryl Hall dan John Oates, yang sangat kental dengan nuansa dekade tersebut.
Jerome Kurnia mengungkapkan, "Lagu pertama yang bikin kita jadi mau decide (memutuskan) untuk bikin band... adalah 'Maneater'... itu 80-an banget. Dan dari situ kita udah (pikir) kita harus bikin lagu yang kayak begini." Hal ini menunjukkan bagaimana musik 80-an membentuk fondasi gaya mereka.
Selain itu, Ricecooker juga terinspirasi oleh grup musik legendaris lainnya seperti The Beatles, The Cure, hingga The Smashing Pumpkins. Perpaduan berbagai pengaruh ini menciptakan identitas musikal yang unik dan kaya bagi band tersebut.
Kekompakan Anggota dan Filosofi Nama Ricecooker
Menjaga kerukunan sebagai grup beranggotakan tiga orang menjadi prioritas utama bagi Ricecooker, terutama mengingat kesibukan masing-masing personel. Jerome Kurnia aktif di dunia akting, Will Mara sebagai musisi dan produser, sementara Alif Keenan terlibat dalam berbagai proyek kreatif.
Jerome menekankan pentingnya rasa saling menghargai dalam segala aspek, mulai dari waktu hingga kepercayaan, sebagai kunci kekompakan mereka. "Untungnya karena kita semua itu beranjak dari teman... Cuman sejak membentuk Ricecooker ini, saya jadi mengenal lebih dekat lagi... Dari cara mengolah waktu, cara mengolah emosi, mental setiap orang masing," ujarnya.
Nama "Ricecooker" sendiri memiliki filosofi yang mendalam, melambangkan proses "memasak" karya musik yang dimulai sejak periode 2023-2024 tanpa mengenal batasan. Proses kreatif mereka terjadi secara spontan, di mana lagu-lagu tercipta saat ketiga anggota berkumpul dan memiliki keinginan untuk berkarya.
Album "Favorite Dinner Guest" menghadirkan 11 lagu yang beragam, meliputi "Talk To Me", "I Gotchu", "Sunday Song", "Smitten", "Lean on a Friend", "Good Morning Goodbye", "Ghost on the Dancefloor", "Lost In Seoul", "Would U Mind", "forevermore", dan "Moving On". Seluruh lagu ini sudah dapat dinikmati melalui platform streaming musik seperti YouTube Music.
Sumber: AntaraNews