Menko Polkam Ungkap 107.000 Hektare Lahan Terbakar

Kondisi kemarau dan fenomena El Nino turut mempercepat penyebaran kebakaran.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Menko Polkam Ungkap 107.000 Hektare Lahan Terbakar
Petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026). (AFP/ Juni Kriswanto)

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah melanda lebih dari 107.000 hektare wilayah Indonesia. Kondisi kemarau dan fenomena El Nino turut mempercepat penyebaran kebakaran.

Djamari mengatakan pemerintah telah mengerahkan personel dan berbagai peralatan untuk menangani karhutla. Operasi pemadaman juga dilakukan dari udara dengan melibatkan 43 helikopter.

"Sore ini kami melakukan rapat merespons satu situasi atau cuaca yang kita hadapi sangat keras akan yang biasa disebut El Nino kuat yang sudah berlaku sekarang sampai awal Oktober yang akan datang, keadaan ini akan sangat mempercepat proses tentang kebakaran hutan yang terjadi sekarang," kata Djamari dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (10/8/2026).

"Sampai dengan hari ini, wilayah kita di Indonesia mulai yang terbakar hutan terhitung 107k hektare lebih sampai hari ini," sambungnya.

Menurut Djamari, operasi udara menjadi salah satu upaya utama dalam menangani kebakaran karena dapat menjangkau wilayah yang sulit dipadamkan dari darat. Pemerintah juga mengandalkan modifikasi cuaca untuk membantu memadamkan titik api.

"Melihat situasi seperti sekarang ini, upaya yang paling tepat, operasi yang paling tepat dilakukan adalah yang efektif operasi udara sangat efektif membuat hujan buatan yang dilakukan BNPB itu paling efektif, tapi ada satu syarat yang harus diharapkan, yaitu harus ada awan hujan, selama awan hujan tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan," jelasnya.

 

6 Provinsi Rawan Karhutla

Djamari mengatakan pemerintah akan terus memantau keberadaan awan hujan agar modifikasi cuaca dapat segera dilakukan di wilayah yang membutuhkan.

"Untuk itu kita akan mewaspadai apapun yang ada awan hujan kita segera modifikasi cuaca, itu yang cukup membantu karena cukup air besar dari udara dalam daerah yang sangat luas," sambung Djamari.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap enam provinsi yang dinilai rawan karhutla. Keenam wilayah tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Djamari mengatakan pemerintah daerah di enam provinsi tersebut telah diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi perluasan kebakaran.

"Yang kita waspadai ada 6 provinsi itu, mulai dari Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, dan Kalsel, dan itu pun sudah kita kendalikan sampai saat ini, beberapa laporan disampaikan gubernur, pada kepala daerah sudah meyakinkan keadaan itu akan kita hadapi dengan cepat," pungkas Djamari.

Rekomendasi