Seorang penumpang kereta api Sindang Marga relasi Palembang-Lubuklinggau kehilangan iPad di gerbong. Dia mengeluhkan layanan petugas yang tidak responsif dengan nasib yang dialaminya.
Pengakuan itu dinyatakannya dalam unggahan di Facebook dengan akun Kherly Defi Key. Dia menceritakan kronologi kejadian hingga pelaporan ke petugas. Kherly Defi Key menjelaskan, kejadian itu bermula saat dirinya naik KA Sindang Marga rute Palembang-Lubuklinggau, Kamis (6/8). Dia duduk di gerbong bisnis 3 nomor 13 D.
Kherly meletakkan barang bawaan, termasuk iPad di dekat jendela karena tak ingin diganggu atau mengganggu kenyaman penumpang lain. Dia duduk bersebelahan dengan seorang penumpang yang mengenakan masker. Dalam perjalanan, dia tertidur.
Tiba di Stasiun Lubuklinggau, Kherly membawa semua barangnya. Namun begitu sampai di indekos, Kherly kaget iPad miliknya hilang. Dia lantas menuju statiun untuk melaporkan kejadian itu. Tetapi daia disuruh melapor besok paginya karena staf stasiun sedang istirahat. Tak ingin lama-lama melapor, Kherly menghubungi call center 121. Namun dia kesal karena aduannya tidak ditanggapi sama sekali.
Keesokan harinya, Kherly kembali ke stasiun untuk melihat rekaman CCTV. Lagi-lagi dia tidak direspons dan petugas justru melapor ke polisi.
"Saya datangi besok paginya saya menghadap dan meminta untuk melihat CCTV disuruh dulu lapor polisi. Jadi ketemulah polisi yang ada di KAI namanya pak Syamsul dan mengatakan nanti dihubungi, tapi sampai detik ini tidak ada KAI menghubungi setelah kejadian ini sudah tiga hari," ungkap Kherly Defi Key seperti dalam video yang dilihat merdeka.com, Senin (10/8).
Kemudian dia kembali ke stasiun dan petugas mengabarkan bahwa ipad yang hilang itu tidak ada atau tidak dibawanya ke gerbong. Namun Kherly tidak diperkenankan melihat langsung rekaman CCTV.
"Keamanan kami di KAI itu aman atau tidak, sedangkan kita bayar bukan gratis, kedua sampai detik ini tidak ada kabar, lalu tadi ketika ke PT KAI mereka sebut barang itu memang tidak ada. Mereka bilang lihat CCTV barang itu memang tidak ada. Yang hilang barang siapa, saya mau lihat CCTV nya, kalau belum saya lihat bisa saja mereka bohong," kata Kherly.
Advertisement
Penjelasan KAI
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti memahami barang bawaan pelanggan memiliki arti dan nilai penting bagi pemiliknya. Atas laporan dugaan kehilangan tersebut, KAI telah melakukan penelusuran dengan berkoordinasi bersama petugas terkait, termasuk melakukan pengecekan terhadap dugaan barang kehilangan maupun rekaman CCTV bersama pelapor.
"Sebenarnya laporannya sudah difollow up, yang bersangkutan ikut menyaksikan pengecekan CCTV juga, termasuk rekaman barang yang dinyatakan oleh yang bersangkutan itu," kata Aida.
KAI terus melakukan verifikasi terhadap informasi yang disampaikan pelanggan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kejadian tersebut. Proses penelusuran dilakukan dengan memperhatikan informasi mengenai waktu, lokasi, kronologi perjalanan, dan kondisi barang yang dilaporkan.
"KAI tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab maupun kronologi kejadian sebelum proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh. Kami akan memastikan terlebih dahulu informasi yang disampaikan pelanggan dengan hasil pengecekan di lapangan sehingga setiap informasi yang disampaikan kepada publik dapat dipertanggungjawabkan," kata Aida.
KAI mengimbau pelanggan yang mengalami kehilangan atau merasa barangnya tertinggal untuk segera melaporkan kepada petugas di stasiun maupun petugas di atas kereta. Laporan yang disampaikan sesegera mungkin akan membantu petugas melakukan penelusuran secara lebih optimal.
"Bagi pelanggan yang mengalami kehilangan atau merasa barangnya tertinggal, kami mengimbau agar segera melaporkannya kepada petugas KAI. Pelanggan juga dapat menghubungi Contact Center KAI 121 untuk mendapatkan bantuan dan informasi lebih lanjut. KAI akan berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam setiap laporan pelanggan," kata Aida.
"Seluruh pelanggan diimbau untuk senantiasa menjaga barang bawaan selama perjalanan, melakukan pengecekan kembali terhadap seluruh barang bawaannya sebelum berpindah tempat atau turun dari kereta," tutup Aida.