Suryakencana Gunung Gede Kebakaran, Dedi Mulyadi: Jangan ke Hutan Bawa Rokok

Dedi Mulyadi mewanti seluruh elemen masyarakat untuk ekstra waspada saat merambah kawasan hutan di tengah musim kemarau.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Suryakencana Gunung Gede Kebakaran, Dedi Mulyadi: Jangan ke Hutan Bawa Rokok
Pendakian ke Gunung Gede Ditutup Pasca Kebakaran di Alun-Alun Suryakancana

Kawasan ikonis Alun-Alun Barat Suryakencana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) luluh lantak dilalap si jago merah.

Beruntung, gerak cepat tim gabungan berhasil menjinakkan api sebelum merembet lebih jauh ke area hutan. Insiden ini pun menyita perhatian Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, dengan memberikan peringatan tegas.

Saat ditemui di Subang pada Senin (10/8), Dedi Mulyadi mewanti seluruh elemen masyarakat untuk ekstra waspada saat merambah kawasan hutan di tengah musim kemarau. Dia secara khusus menyoroti kebiasaan membawa rokok yang kerap menjadi biang kerok kebakaran.

"Semua orang harus hati-hati. Jangan pergi ke hutan bawa rokok, karena itu memiliki implikasi yang cukup luas. Pokoknya gini deh, selama kemarau ini jangan main dengan api, ya," kata dia.

Dedi tak lupa menyelipkan candaan jenaka di ujung imbauannya. "Apalagi, apa namanya, nanti bisa mengganggu perasaan istrinya di rumah," selorohnya berkelakar.

Sebelumnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) langsung mengambil tindakan sigap untuk memastikan kawasan sabana tersebut aman dari ancaman kebakaran yang lebih masif. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Kemenhut dalam menjaga kelestarian paru-paru Jabar tersebut.

 

Seluruh Jalur Pendakian Ditutup

Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, membeberkan, operasi pemadaman telah digeber sejak Kamis (6/8). Guna memaksimalkan penanganan dan mencegah jatuhnya korban, pihak balai mengambil langkah tegas dengan menutup total seluruh jalur pendakian.

"Penutupan sementara ini berlaku mulai tanggal 7 hingga 11 Agustus 2026, untuk memastikan kondisi di atas benar-benar aman pascakebakaran," jelas Sadtata.

Kini, meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, status waspada belum dicabut. Tim gabungan yang terdiri dari personel Kemenhut, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan deretan relawan tangguh masih bersiaga penuh di lokasi.

Selama tiga hari ke depan, mereka akan terus menyisir area dan berjaga secara bergiliran. Tujuannya hanya satu yaitu memastikan tak ada satu pun bara 'nakal' yang tersisa dan memicu titik api susulan.

Rekomendasi