Ratusan siswa di SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung, terpaksa belajar daring usai sekolah mereka digembok karena masalah sengketa lahan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Bandung, Asep Gufron, mengatakan penggembokan itu merupakan buntut dari sengketa kepemilikan lahan SDN 026 Bojongloa di mana pengadilan telah memenangkan pihak ahli waris.
Pemkot Bandung menegaskan sangat menghormati putusan hukum tersebut. Sejak putusan itu berkekuatan hukum tetap atau inkrah, komunikasi yang baik terus dijalin dengan ahli waris.
"Kami selalu berharap pihak ahli waris tidak melakukan penggembokan agar anak-anak tidak menjadi korban dan proses belajar tetap kondusif," kata dia melalui keterangan yang diterima pada Kamis (6/8).
Sebagai wujud tanggung jawab, Pemkot Bandung sebenarnya tidak tinggal diam. Sejak tahun 2025, pemerintah telah membeli lahan pengganti yang jauh lebih luas, yakni sekitar 4.000 meter persegi di Kelurahan Cibaduyut Kidul, Kecamatan Bojongloa Kidul. Dana untuk pembangunan gedung sekolah baru pun sudah diketuk palu untuk dieksekusi tahun 2026 ini.
Sayangnya, niat baik untuk segera memindahkan para siswa ke gedung yang lebih layak kini menemui jalan buntu. Proses pembangunan relokasi sekolah tertahan lantaran adanya penolakan dari sebagian warga di sekitar lokasi proyek yang baru.
Padahal, urgensi pembangunan sekolah baru ini sangat mendesak. Berdasarkan data Disdik, Kecamatan Bojongloa Kidul tengah menghadapi ancaman kekurangan kursi sekolah dasar.
Pada tahun 2027 mendatang, diproyeksikan ada 1.469 anak yang harus masuk SD. Ironisnya, total kuota yang tersedia di seluruh SD Negeri dan Swasta di wilayah tersebut hanya 1.154 kursi. Artinya, ada sekitar 300 anak yang terancam tidak kebagian kursi sekolah.
"Kondisi saat ini saja sudah memaksa kami memaksimalkan SD negeri yang ada dengan sistem belajar dua shift (pagi dan siang). Lahan baru di Cibaduyut Kidul itu lebih besar dan sangat krusial untuk menampung tingginya jumlah anak usia sekolah di Bojongloa Kidul," ungkap dia.
Saat ini, Disdik bersama jajaran aparat kewilayahan terus melakukan dialog dan pendekatan dengan warga yang menolak. Pemkot Bandung memohon doa, dukungan, serta kebesaran hati seluruh elemen masyarakat agar proses pembangunan relokasi SDN 026 Bojongloa dapat segera terealisasi.
Sebelumnya diberitakan, pagi yang seharusnya diisi dengan riuh tawa dan semangat belajar di SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung, mendadak berubah tegang, pada Kamis (6/8).
Ratusan siswa dan guru yang hendak memulai rutinitas terpaksa gigit jari lantaran gerbang sekolah mereka tiba-tiba digembok oleh pihak yang mengklaim sebagai ahli waris lahan.
Insiden 'pengusiran' secara halus ini sempat memicu adu mulut antara pihak pendidik dan perwakilan ahli waris. Beruntung, setelah melalui perdebatan alot, gembok akhirnya bersedia dibuka.
Namun, rasa waswas akan adanya aksi susulan membuat pihak sekolah harus mengambil langkah tegas. Sebanyak 945 siswa dialihkan ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.