Bekerja sesuai latar pendidikan menjadi harapan banyak lulusan baru. Bagi Ikrom (23), fresh graduate Teknik Sipil Universitas Brawijaya, keinginan itu belum mudah terwujud. Ia mengaku masih kesulitan menemukan lowongan yang benar-benar sejalan dengan jurusannya saat mendatangi Job Fair Jakarta Barat.
Ikrom menyebut sudah beberapa kali menghadiri pameran kerja, termasuk gelaran di Jakarta Barat, namun belum ada posisi yang cocok dengan arah karier yang ia incar di industri konstruksi, proyek, atau manufaktur.
Pada agenda di Cengkareng itu, ia datang sejak pukul 08.00 WIB bersama sepupunya. Ikrom baru lulus pada Juli 2026 dan memiliki pengalaman magang enam bulan di salah satu BUMN konstruksi.
"Sebenarnya saya nyari yang sesuai sama industri saya, industri konstruksi gitu atau manufaktur, kan. Iya, nyari industri yang kayak mungkin industri konstruksi atau proyek, gitu, kan. Tapi saya nyari sih masih belum ada," kata Ikrom di Job Fair Jakarta Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (23/9/2026).
Advertisement
Fresh Graduate Manfaatkan Peluang di Job Fair
Meski belum mendapati posisi yang pas, Ikrom tetap berusaha memaksimalkan kesempatan di arena pameran kerja. Ia bahkan membuat dan mengedit CV secara dadakan ketika menemukan lowongan yang dianggap menarik.
"Ini tadi sih kita udah sempat kayak bikin CV dadakan karena ngelihat, 'Ih, ini posisi yang cocok nih.' Kita bikin CV, entar ada posisi yang cocok lagi, bikin CV, ngedit-nyedit gitulah," ujarnya.
Menurutnya, job fair memudahkan pencari kerja untuk memperoleh informasi langsung dari perusahaan mengenai ketersediaan posisi dan cara melamar, dibanding mencari sendiri di situs masing-masing.
"Kalau menurut saya sih lumayan ngebantu banget ya ada job fair karena kan kita kalau misalkan datang ke booth-booth gini langsung kan kita bisa tahu posisi yang tersedia tuh apa, terus juga bisa tahu website ataupun tempat untuk kita ngelamar tuh di mana," jelas Ikrom.
Ia menambahkan, perbedaan kualifikasi pendidikan kerap menjadi kendala lain. Tidak semua lowongan terbuka lintas jenjang, sehingga sebagian pelamar memiliki pilihan yang lebih terbatas.
"Kan kadang pendidikan kita, iya ada yang SMA, SMK, tapi juga ada yang khusus D3 atau S1. Nah itu kadang jadi kesenjangan lah buat yang mau nyari kerja yang mungkin dia hanya lulusan SMA, tapi mungkin mau bekerja di bidang itu sih," ucap dia.
Ikrom berharap ragam industri dan posisi di pameran kerja berikutnya lebih luas sehingga kesempatan bagi pencari kerja meningkat.
"Semoga nanti bisa lebih beragam lagi lah jenis industri dan perusahaan penerima kerjanya, jadi daya tampungnya lebih banyak," kata Ikrom.