Nasib nahas menimpa Andri (47), pekerja bangunan asal Klaten. Dia tewas tertimpa tembok saat bongkar toko di Jalan Dr. Rajiman, Sondakan, Laweyan, Solo, Rabu (23/9) siang.
Padahal sebelum tembok roboh, rekan kerjanya sempat memperingatkan. Polresta Surakarta membenarkan insiden maut itu.
"Benar, telah terjadi peristiwa seorang pekerja bangunan tertimpa tembok saat melakukan pekerjaan pembongkaran," ujar Kasihumas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani, saat dikonfirmasi.
Advertisement
Kronologi
Kejadian itu bermula sekitar pukul 11.25 WIB. Korban bersama sejumlah pekerja membongkar tembok belakang toko berbentuk huruf L.
Saksi di lokasi melihat tembok sudah bergerak. Dia kemudian meminta korban berganti posisi.
Namun korban tetap melanjutkan pekerjaan. Saat bagian depan tembok didorong pakai tongkat pendek, bagian tembok lainnya tiba-tiba roboh ke arah berlawanan dan langsung menimpa korban sedang membungkuk.
"Setelah tertimpa tembok, korban sempat dalam kondisi sadar dan dibantu untuk duduk. Namun, korban kemudian mengalami pendarahan dari hidung sehingga segera dilarikan ke Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta," ujar Lingga.
Nyawa Andri tak tertolong. Dia dinyatakan meninggal dunia dengan luka lecet di dada kanan dan keluar darah dari telinga kanan.
Kepolisian dipimpin Pamapta langsung olah TKP, mendata saksi, dan membuat laporan.
"Tidak terdapat kerugian materiil, korban jiwa satu orang meninggal dunia," tandasnya.
Polresta Surakarta mengimbau pekerja konstruksi utamakan K3 dan cek kondisi bangunan sebelum bongkar untuk cegah kecelakaan kerja.