Kronologi Buruh Asal Jember Tewas Tertimpa 8 Lembar Kaca di Bali

Buruh itu luka di kepala serta sekitar mata kanan hingga telinga.

Moh Kadafi
Oleh Moh Kadafi- Reporter
Kronologi Buruh Asal Jember Tewas Tertimpa 8 Lembar Kaca di Bali
Kepolisian cek tkp buruh meninggal tertimpa 8 lembar kaca. (Dokumentasi Polresta Denpasar).

Seorang buruh berinisial SE (37), asal Jember, Jawa Timur, tewas setelah tertimpa lembaran kaca di Jalan Goa Gong, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan peristiwa tersebut. Kecelakaan itu terjadi pada Selasa (20/10) sekitar pukul 16.38 WITA.

"Seorang tenaga kerja meninggal dunia akibat tertimpa lembaran kaca pada saat proses pemindahan lembaran kaca setebal 10 milimeter (mm)," kata Iptu Adi Saputra, Rabu (21/10).

 

Kepolisian cek tkp buruh meninggal tertimpa 8 lembar kaca. (Dokumentasi Polresta Denpasar).
Kepolisian cek tkp buruh meninggal tertimpa 8 lembar kaca. (Dokumentasi Polresta Denpasar).

Kesaksian Rekan

Berdasarkan keterangan sopir kendaraan sekaligus rekan korban, Muhammad Faqih, peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WITA. Saat itu, saksi bersama dua rekan pekerja berangkat dari gudang menggunakan mobil pikap Isuzu Traga bernomor polisi DK 8838 DS.

Mobil tersebut mengangkut 16 lembar kaca, terdiri dari delapan lembar setebal 10 mm dan delapan lembar setebal 6 mm. Namun, saat tiba di tanjakan Pura Goa Gong, kendaraan mengalami kendala karena kampas kopling habis. Kendaraan lain kemudian membantu pikap tersebut hingga berhasil naik dan parkir di pinggir jalan di kawasan Jalan Goa Gong, Desa Ungasan.

Saksi lalu menghubungi perusahaan untuk meminta bantuan. Tak lama kemudian, kendaraan pengganti dan tenaga tambahan datang untuk memindahkan lembaran kaca yang diangkut.

"Tambahan tenaga salah satunya adalah korban," imbuhnya.

Dalam proses pemindahan, saksi bersama lima buruh lainnya, termasuk korban, memindahkan delapan lembar kaca setebal 6 mm yang berada di sisi kiri kendaraan. Sementara itu, delapan lembar kaca setebal 10 mm masih berada di sisi kanan kendaraan.

Saat para pekerja mengikat kaca yang telah dipindahkan ke kendaraan pengganti, korban membuka tali pengikat delapan lembar kaca setebal 10 mm yang tersisa. Ketika tali tersebut dibuka, saksi mendengar korban berteriak, disusul suara kaca pecah.

"Melihat kejadian tersebut, saksi dan rekan-rekan yang lain menolong mengangkat sisa lembaran kaca yang menimpa korban. Korban tertimpa delapan lembaran kaca dengan tebal 10 mm," jelas Adi Saputra.

Dari delapan lembar kaca yang menimpa korban, tiga lembar di antaranya pecah, sedangkan lima lembar lainnya masih utuh. Setiap lembar kaca tersebut memiliki lebar 1,35 meter dan panjang 1,75 meter.

Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, yakni luka terbuka di bagian atas kepala serta luka terbuka di sekitar mata kanan hingga telinga.

Sekitar pukul 19.10 WITA, korban dievakuasi menggunakan ambulans dari Musala Al Falah Buana Indah menuju RSUP Prof. Ngoerah di Kota Denpasar.

Adi Saputra mengatakan, kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat posisi kendaraan yang tidak seimbang. Delapan lembar kaca masih berada di sisi kanan kendaraan sehingga beban tidak seimbang dan menyebabkan kaca roboh ke kanan hingga menimpa korban.

 

Rekomendasi