Lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang pada Minggu dini hari (22/2). Ketinggian air yang mencapai 1,5 meter menjadikan bencana ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir, sehingga memicu respons darurat besar-besaran dari pemerintah daerah.
Banjir ini terjadi karena jebolnya tanggul sungai yang tidak mampu menampung debit air yang meluap, mengakibatkan permukiman di Kecamatan Krejengan, Besuk, Gading, dan Kotaanyar terendam. Wilayah Kraksaan menjadi yang paling parah, dengan ketinggian air yang mengkhawatirkan
Bupati Mohammad Haris dan Wakil Bupati Fahmi AHZ, Sekretaris Daerah (Sekda) Ugas Irwanto memimpin operasi lapangan dan langsung memberikan instruksi.
"Keselamatan warga adalah harga mati. Fokus utama kami saat ini adalah mengevakuasi kelompok rentan, yaitu warga sakit, lansia, ibu hamil, dan anak-anak," tegas Sekda Ugas pada Minggu (22/2).
Selain faktor alam, tim di lapangan juga menemukan kendala klasik yang memperparah situasi. Saat meninjau wilayah Patemon, Kelurahan Sidomukti, ditemukan tumpukan sampah masif yang menyumbat aliran sungai.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tanggul dan mempercepat normalisasi aliran sungai. Sosialisasi ketat akan dilakukan terkait larangan mendirikan bangunan di sempadan sungai.
"Bantuan darurat berupa ribuan paket makanan siap saji telah didistribusikan, terutama untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa warga yang terdampak," tambahnya.
Hingga saat ini, BPBD bersama TNI dan Polri masih bersiaga di lokasi. Warga yang sakit telah dirujuk ke rumah sakit, sementara para lansia kini mendapatkan perawatan intensif di Kantor Kecamatan Kraksaan.
"Pemerintah daerah menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah, guna meminimalisir risiko bencana serupa di masa depan," katanya.
Upaya-upaya ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan dan mencegah bencana serupa terjadi di kemudian hari. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga menjadi salah satu kunci penting untuk mengurangi dampak dari bencana alam yang mungkin terjadi di masa mendatang.