LDA Gelar Peringatan 40 Hari Wafatnya PB XIII, Raja PB XIV Mangkubumi Hadir

Raja Surakarta PB XIV Mangkubumi bersama sentono, kerabat dan abdi dalem ikut bergabung. Namun putra tertua mendiang PB XIII itu hadir saat akhir acara.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
LDA Gelar Peringatan 40 Hari Wafatnya PB XIII, Raja PB XIV Mangkubumi Hadir
LDA Gelar Peringatan 40 Hari Wafatnya PB XIII, Raja PB XIV Mangkubumi Hadir (Merdeka.com)

Lembaga Dewan Adat (LDA) menggelar acara peringatan 40 hari wafatnya Paku Buwono (PB) XIII di Sasana Handrawina kompleks utama Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (10/12). Raja Surakarta PB XIV Mangkubumi bersama sentono, kerabat dan abdi dalem ikut bergabung. Namun putra tertua mendiang PB XIII itu hadir saat akhir acara.

Mangkubumi hadir setelah pukul 12.00 WIB dengan mengenakan beskap warna biru tua dan kacamata hitam dan langsung duduk di barisan depan. Usai doa bersama Mangkubumi nampak bercengkrama dengan pata abdi dalem.

"Acaranya ini khusus untuk mendoakan Swarga Sampeyan Dalem Sinuhun Paku Buwono XIII. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. Semoga semua kesalahan beliau juga diampuni Gusti Allah," ucap Ketua LDA GKR Wandansari Koes Moertiyah alias Gusti Moeng.

Peringatan 40 Hari Paku Buwono Wafat
Peringatan 40 Hari Paku Buwono Wafat merdeka.com

Gelar Tahlil dan Dzikir

Gusti Moeng menyampaikan, doa bersama dilakukan dengan pembacaan tahlil dan dzikir. Kegiatan tersebut diikuti Sinuhun PB XIV, Bebadan, keluarga besar Sentono, Darah Dalem dan Abdi Dalem semua

"Kami memang sangat terbatas untuk acara hari ini, karena juga masih ada tata cara yang selanjutnya. Karena sebetulnya sudah kita mulai hari Minggu. Kita mulai dengan semak'an Quran dulu, terus sekarang tahlilannya," ucap Gusti Moeng.

Masyarakat Harus Pegang Teguh Paugeran

Gusti Moeng berharap doa dari warga masyarakat semua agar terus memegang teguh paugeran.

"Paugeran ini harus dipegang turun-temurun. Kalau sampai kita menyalahi itu kami pasti akan disalahkan banyak orang atau keluarga besar Dinas Mataram Surakarta. Ini yang paling utama bagi kami untuk bisa tetap berpegang pada paugeran," tegasnya.

Rekomendasi