Cerita Warga Bandung Pulang Malam Dikawal Polisi Karena Takut Begal

Adinda dan dua temannya yang mengendarai tiga sepeda motor dikawal oleh mobil patroli polisi dari belakang hingga tiba di tujuan dengan selamat.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Cerita Warga Bandung Pulang Malam Dikawal Polisi Karena Takut Begal
Viral Mobil Patwal Senggol Kendaraan Warga (Foto: Tangkapan Layar Instagram dramaojol.id)

Warga di Jawa Barat yang khawatir pulang malam karena marak aksi kejahatan jalanan, boleh meminta pengawalan polisi. Seperti yang dilakukan Adinda Religia (25), seorang karyawati asal Kopo Sayati.

Setiap hari kerja, Adinda harus menempuh perjalanan cukup jauh dari rumahnya di Margahayu, Kabupaten Bandung, menuju tempat kerjanya di Jalan Rajawali, Kota Bandung. Marak kabar kejahatan jalanan membuatnya ngeri jika harus pulang malam sendirian.

"Awalnya tahu berita ada red zone di daerah Jalan Soekarno-Hatta dan Flyover Kopo dari story media sosial. Kebetulan hari Senin kemarin saya kerja shift di salah satu perusahaan dan harus pulang jam 10 malam," cerita Adinda di Bandung, Jumat (24/7/2026)

Dihinggapi rasa waswas, Adinda yang saat itu hendak pulang bersama dua temannya memberanikan diri menghubungi Call Center Kepolisian 110. 

"Telepon Polisi 110 karena lumayan takut. Telepon saya diangkat, lalu saya jelaskan, 'Ini red zone, saya lewat Soetta. Saya minta anter buat pulang kerja dari arah Rajawali ke Kopo bisa tidak?' Kata polisinya boleh. Saya telepon pukul 21.48 WIB, polisinya datang pukul 22.34 WIB," beber dia.

Perjalanan pulang malam itu pun terasa jauh lebih aman. Adinda dan dua temannya yang mengendarai tiga sepeda motor dikawal oleh mobil patroli polisi dari belakang hingga tiba di tujuan dengan selamat.

"Saya iring-iringan tiga motor di depan, polisinya beberapa orang di dalam mobil menjaga dari belakang. Ada dua cewek dan satu cowok (di rombongan motor), semuanya aman ke arah Kopo," ujar dia.

Bantuan pengawalan ini membuat para pekerja shift malam seperti Adinda merasa sangat terbantu di tengah teror kejahatan jalanan.

"Sekarang masih ada jadwal pulang malam karena kerja shift, seminggu ini kebagian malam. Untungnya bisa pulang barengan sama teman dan ada kepolisian yang siap bantu,” katanya.

Kapolda Jabar, Irjen Pipit Rismanto
Kapolda Jabar, Irjen Pipit Rismanto. (merdeka.com/Azzura Galexia)

Janji Kapolda Kawal Warga

Kapolda Jabar, Irjen Pipit Rismanto mempersilakan warga untuk meminta pengawalan polisi jika harus pulang terlalu larut malam. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi sekaligus memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat dari ancaman tindak kriminal di jalanan.

"Boleh, boleh, boleh. Jadi apabila ada ketakutan ini imbauan kepada seluruh warga memang mungkin mau pulang jamnya sudah terlalu malam dan ketakutan, tolong informasikan dan laporkan kepada kepolisian," tegas Pipit di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7). 

Pipit memastikan akan menginstruksikan seluruh jajarannya agar merespons cepat setiap permintaan pengawalan dari masyarakat. Menariknya, warga tak harus selalu menelepon ke kantor polisi. Masyarakat juga bisa langsung meminta bantuan kepada petugas yang sedang bersiaga di sejumlah titik rawan. 

"Saya umumkan, nanti akan saya perintahkan jajaran di mana pun berada agar merespons, ya. Karena nanti di spot-spot tertentu sudah ada anggota yang siaga di situ," ungkap jenderal bintang dua tersebut.

Terkait penanganan kasus begal, Pipit memaparkan bahwa hingga akhir Juli 2026, jajaran Polda Jabar telah berhasil mengungkap sekitar 40 kasus kejahatan jalanan. Pihaknya menargetkan persentase pengungkapan kasus tahun ini bisa melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sampai bulan Juli kemarin, datanya masih 40-an ya. Yang terpenting adalah persentase pengungkapannya. Tahun lalu rata-rata kami ada di 65 persen, tahun ini akan kita tingkatkan menjadi 70 sampai 80 persen," jelasnya.

Rekomendasi