Begal Tewaskan Wanita Muda di Palembang Ditembak Polisi

Pelaku tertangkap adalah HM (26) yang diamankan di Lemabang, Palembang, Rabu (19/8).

irwanto
Oleh irwanto - Reporter
Begal Tewaskan Wanita Muda di Palembang Ditembak Polisi
Penangkapan begal sadis di Palembang. (Istimewa).

Polisi meringkus satu dari dua pelaku begal yang menewaskan wanita muda di Palembang. Petugas harus menembak kaki kanan pelaku karena berusaha melawan saat ditangkap. Pelaku tertangkap adalah HM (26) yang diamankan di Lemabang, Palembang, Rabu (19/8).

Sementara dua pelaku lain, IP alias T, masih diburu polisi. Kedua pelaku berkeliling di kawasan Soekarno Hatta Palembang menggunakan sepeda motor dengan membawa parang untuk mencari mangsa. Keduanya kemudian melihat korban, AD (21), berkendara seorang diri sepulang kerja, Rabu (19/8) dini hari.

Kedua pelaku membuntuti dari belakang sehingga korban mempercepat laju motornya. Tiba di Jalan Jenderal Sabihi Darwis, pelaku IP berusaha mengambul kunci kontak tetapi tertarik ke baju korban hingga terjatuh dan terhempas di badan jalan. Saat itulah, kedua pelaku membawa kabur motor korban.

Korban sempat teriak minta tolong namun nyawanya tak tertolong lagi. Mayatnya dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk keperluan visum. Tersangka HM mengaku sengaja keluar untuk mencari sasaran begal. Dia berperan mengendarai motor dan rekannya sebagai eksekutor.

"Kami sengaja cari sasaran begal, yang dicari orang bermotor sendirian, syukur-syukur wanita agar mudah ambil motornya," ungkap tersangka HM, Jumat (21/8).

HM mengaku sengaja membawa parang bertujuan menakuti korban dengan cara mengayunkan di hadapan sasaran. Sementara motor hasil rampasan rencananya dijual di daerah perairan di Banyuasin.

"Sudah ada orang yang mau menampungnya, tapi belum sempat terjual karena sudah ditangkap," kata HM.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana mengatakan, anak buahnya masih mengejar satu pelaku lagi. Sementara tersangka HM harus ditembak di bagian kakinya karena berusaha melawan.

"Kami juga akan perlakukan yang sama jika DPO melakukan perlawanan yang sama. Kami tindak tegas karena perbuatan mereka telah menghilangkan nyawa orang lain," tegas Musa.

Rekomendasi