Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto menyambut positif sayembara yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bagi warga yang berhasil melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan dan menyerahkannya ke polisi. Ia menilai langkah ini mendorong partisipasi publik menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Ya, kita menyambut baik. Ini menunjukkan bahwa Bapak Gubernur juga memiliki keinginan memberikan motivasi kepada semua warga untuk berpartisipasi dalam menjaga Kamtibmas," kata Pipit di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7).
Pipit menegaskan pemberantasan kriminalitas memerlukan dukungan seluruh unsur masyarakat. Nantinya, bila ada warga yang berhasil menangkap begal lalu menyerahkannya ke kepolisian, pihaknya akan melaporkan kepada Gubernur untuk proses pemberian hadiah.
"Siapa tahu ketemu begal, ditangkap, diserahkan pihak kepolisian, nanti pihak kepolisian melaporkan ke Pak Gubernur bahwa ini atas bantuan warga. Sehingga nanti akan dapat bonus dari Bapak Gubernur," ungkap Pipit.
Dia memastikan koordinasi antara kepolisian dan pemerintah daerah berjalan untuk menindaklanjuti bantuan warga tersebut.
Advertisement
Jangan Main Hakim Sendiri
Meski mendukung partisipasi masyarakat, Pipit mengingatkan agar penanganan pelaku kejahatan tidak dilakukan dengan main hakim sendiri. Menurutnya, pelaku harus segera diserahkan ke polisi agar proses hukum dapat berjalan.
"Pembelaan diri juga penting apabila melawan. Tapi kalau tidak melawan, diamankan dengan baik agar tidak banyak luka, tidak membahayakan nyawa siapa pun. Segera diinformasikan kepada kepolisian, dan kepolisian wajib merespons secara cepat," ucap dia.
Ia menekankan pentingnya keselamatan semua pihak saat upaya pengamanan dilakukan di lapangan.
Advertisement
Syarat Sayembara Tangkap Begal
Sehari sebelumnya, Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (23/7). Ia menyiapkan hadiah antara Rp 5 juta sampai Rp 50 juta bagi warga yang mampu melumpuhkan pelaku dan menyerahkannya kepada polisi dalam keadaan hidup.
"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok, kami siapkan hadiah dari Rp 5 juta sampai Rp 50 juta bagi yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ujar Dedi melalui keterangan di akun Instagram pribadinya, Kamis (23/7).
Dedi menekankan larangan main hakim sendiri dalam pelaksanaan sayembara tersebut.
"Tidak boleh mereka diserahkan dalam keadaan babak belur. Lecet sedikit mungkin boleh, tapi kalau babak belur, kita tidak kasih hadiah," tegas dia.
Ia juga menyampaikan langkah antisipasi kejahatan jalanan melalui koordinasi dengan kepolisian di dua wilayah.
"Siaga menghadapi begal. Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, khususnya Polda Jabar, dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," ucap dia.
Dedi turut menginstruksikan peningkatan patroli malam dan kesiapsiagaan petugas di titik strategis.
"Mobil patroli harus siaga dalam setiap malam. Lampu tanda bahayanya harus terus menyala. Satpol PP dan Damkar siaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi segala kemungkinan dalam setiap waktu," tutup Dedi.