Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kasus ini terjadi di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan dan menjadi sorotan publik.
Penyelidikan KPK kini mengarah pada aliran dana yang diduga mengalir ke sejumlah pejabat tinggi. Nama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan mantan Menaker Ida Fauziyah disebut-sebut dalam proses pendalaman ini.
Sebanyak 11 tersangka telah ditetapkan pada 22 Agustus 2025, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer. Para tersangka kini ditahan untuk 20 hari pertama guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
KPK Perluas Penyelidikan Aliran Dana Pemerasan K3
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa pihaknya sedang mendalami aliran dana dugaan pemerasan sertifikat K3. Pendalaman ini dilakukan secara intensif untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
Selain itu, KPK juga mengusut aliran dana kasus pemerasan K3 Kemenaker yang diduga terjadi sejak tahun 2019 hingga 2025. Penyelidikan ini turut menyasar para staf khusus maupun mantan staf khusus Menteri Ketenagakerjaan.
Asep menambahkan bahwa proses konfirmasi terhadap orang-orang yang diamankan baru dimulai. KPK berkomitmen untuk terus mengembangkan kasus ini demi menemukan kebenaran dan menindak tegas para pelaku.
Advertisement
Pengusutan aliran dana ini menjadi krusial untuk membongkar jaringan pemerasan yang mungkin telah lama beroperasi. Transparansi dalam pengurusan sertifikat K3 sangat penting untuk mencegah praktik korupsi serupa di masa mendatang.
Advertisement
Daftar Tersangka dan Penahanan dalam Kasus K3 Kemenaker
Pada 22 Agustus 2025, KPK resmi menetapkan 11 tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat K3 di Kemenaker. Salah satu nama yang mencuat adalah Immanuel Ebenezer, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
KPK telah melakukan penahanan terhadap Immanuel Ebenezer dan 10 tersangka lainnya untuk 20 hari pertama. Penahanan ini terhitung sejak 22 Agustus hingga 10 September 2025, bertempat di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih.
Pada tanggal yang sama dengan penetapan tersangka, Immanuel Ebenezer dicopot dari jabatannya sebagai Wamenaker oleh Presiden Prabowo Subianto. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menindak tegas praktik korupsi.
Advertisement
Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut adalah identitas 11 tersangka pada waktu terjadinya perkara tersebut:
- Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022-2025 Irvian Bobby Mahendro (IBM)
- Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker tahun 2022-sekarang Gerry Aditya Herwanto Putra (GAH)
- Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker tahun 2020-2025 Subhan (SB)
- Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker tahun 2020-2025 Anitasari Kusumawati (AK)
- Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemenaker pada Maret-Agustus 2025 Fahrurozi (FRZ)
- Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker tahun 2021-Februari 2025 Hery Sutanto (HS)
- Sub-Koordinator di Kemenaker Sekarsari Kartika Putri (SKP)
- Koordinator di Kemenaker Supriadi (SUP)
- Pihak PT KEM Indonesia Temurila (TEM)
- Pihak PT KEM Indonesia Miki Mahfud (MM)
- Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG)
Sumber: AntaraNews
Advertisement