Misteri Kematian Pemuda di Indekos, Luka Bakar Ditemukan di Dada

Penemuan jasad berawal dari kecurigaan pemilik kontrakan lantaran korban tidak kunjung mengambil makan siang sejak Sabtu (12/9) siang. Saat dihubungi melalui telepon seluler, penghuni indekos juga tidak memberikan jawaban.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Misteri Kematian Pemuda di Indekos, Luka Bakar Ditemukan di Dada
Indekos pemuda tewas di Labuhanbatu Selatan. (Istimewa).

Seorang pria bernama Rifki Sander Sebayang ditemukan meninggal dunia dalam kamar rumah kontrakan di Gang TPU, Dusun Simpang IV, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatra Utara, Minggu (13/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Pemuda berusia 30 tahun itu diduga tewas akibat tersengat aliran listrik pengisi daya (charger) ponsel.

Kapolsek Torgamba, AKP Sunipan Gurusinga mengatakan, Rifki merupakan warga Dusun Sijambu, Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat tersebut pertama kali ditemukan pemilik kontrakan, Sadda Perarihen Sinulingga (68).

Penemuan jasad berawal dari kecurigaan pemilik kontrakan lantaran korban tidak kunjung mengambil makan siang sejak Sabtu (12/9) siang. Saat dihubungi melalui telepon seluler, penghuni indekos juga tidak memberikan jawaban.

"Pemilik kontrakan curiga karena korban tidak keluar rumah seharian dan telepon tidak diangkat. Pemilik lalu menghubungi saudara korban untuk mengecek bersama ke lokasi," kata Sunipan melalui keterangan tertulisnya, Selasa (15/9).

Setiba di lokasi, kondisi pintu rumah kontrakan dalam keadaan terkunci dari dalam. Karena panggilan tak bersahut, pemilik kontrakan berinisiatif membobol pintu depan menggunakan linggis. Saat masuk dan memeriksa area kamar, kedua saksi menemukan korban sudah dalam posisi telungkup dan tidak bernyawa.

​"Tim Reskrim Polsek Torgamba yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengevakuasi jasad korban ke klinik menggunakan ambulans," ujar Sunipan.

Berdasarkan dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar oleh tenaga medis. Polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun penganiayaan pada tubuh korban. Barang-barang berharga milik korban juga dipastikan utuh.

​"Namun, tim medis menemukan adanya luka bakar di bagian dada korban yang menguatkan dugaan korsleting atau sengatan aliran listrik saat mengisi daya ponsel," ujar Sunipan.

Selanjutnya, polisi sempat menyarankan keluarga korban untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian. Kendati demikian, keluarga korban menolak.

"Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ada indikasi tindak pidana. Kematian korban dinyatakan akibat tersengat listrik. Jenazah telah diserahterimakan kepada pihak keluarga setelah menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi," pungkas Sunipan.

Rekomendasi