PT PP (Persero) Tbk (PTPP) resmi memulai proyek pembangunan Museum Majapahit yang berlokasi di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Proyek bernilai Rp145,30 miliar (di luar PPN) ini dikerjakan lewat skema rancang dan bangun (design and build) dengan masa pelaksanaan selama 114 hari kerja.
Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo menyampaikan bahwa museum ini memegang peranan krusial dalam merawat warisan sejarah bangsa sekaligus mendongkrak potensi Trowulan sebagai destinasi wisata budaya.
"Museum Majapahit merupakan proyek yang memiliki nilai penting bagi pelestarian warisan budaya Indonesia. PTPP berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan dengan memperhatikan karakter kawasan, kualitas konstruksi, serta prinsip keberlanjutan," ungkap Joko Raharjo dikutip dari Antara, Selasa (15/9).
Proses pembangunan museum diawali dengan peletakan batu pertama pada Minggu (13/9/2026), mengacu pada desain yang telah memenangi proses sayembara.
Guna menjaga kelestarian kawasan sekitar, PTPP menerapkan fondasi dangkal (raft foundation) yang lebih aman bagi situs arkeologi Trowulan. Tak hanya itu, museum ini didesain mengusung konsep ramah lingkungan, mulai dari sistem drainase penampung air hujan untuk pemanfaatan ulang hingga penggunaan panel surya sebagai efisiensi energi listrik.
Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menghadiri peletakan batu pertama proyek tersebut. Fadli menekankan pentingnya perpaduan antara nilai sejarah dan kelestarian alam dalam arsitektur museum.
"Kita harapkan juga environmentally friendly. Jadi harus menyatu juga dengan alam desainnya. Mungkin harus ada juga dipikirkan pakai tenaga surya, solar nantinya, supaya ke depan maintenance tidak terlalu besar," tutur Fadli Zon.
Advertisement
Dongkrak Ekonomi Masyarakat Lokal
Pemerintah menargetkan Museum Majapahit tak sekadar menjadi ruang konservasi dan edukasi, melainkan juga pendorong utama daya tarik wisata kawasan Trowulan.
Kehadiran infrastruktur baru ini diharapkan memberi dampak berantai bagi ekosistem ekonomi lokal yang telah hidup di sekitar Trowulan, seperti sektor kuliner, kerajinan tangan, suvenir, hingga usaha akomodasi wisatawan.
PTPP menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan Museum Majapahit tepat waktu dengan mengutamakan standar kualitas, keselamatan kerja, serta prinsip pembangunan berkelanjutan.