Sosok Purbaya Yudhi Sadewa kini tengah ramai diperbincangkan setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9/2026).
Purbaya dicopot dari jabatan Menteri Keuangan setelah menjabat selama 1 tahun 5 hari. Ia dilantik sebagai Menkeu pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Posisi bendahara negara kini diisi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang dilantik Prabowo di Istana Negara pada Senin (14/9). Pergantian itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026.
Sebelum menduduki kursi Menteri Keuangan, Purbaya memiliki perjalanan karier yang cukup panjang di sektor ekonomi, korporasi, hingga pemerintahan.
Seperti apa sosok dan perjalanan karier Purbaya Yudhi Sadewa?
Advertisement
Lahir di Bogor dan Menempuh Pendidikan di ITB
Purbaya Yudhi Sadewa lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 7 Juli 1964.
Ia mengawali pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan Teknik Elektro. Setelah memperoleh gelar sarjana, Purbaya melanjutkan pendidikan ke Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.
Di kampus tersebut, ia mengambil bidang Ilmu Ekonomi dan meraih gelar Master of Science (MSc) serta doktor atau PhD.
Latar belakang pendidikan tersebut membuat Purbaya memiliki kombinasi keahlian di bidang teknik dan ekonomi.
Advertisement
Mengawali Karier sebagai Field Engineer
Sebelum masuk ke pemerintahan, Purbaya terlebih dahulu berkarier di sektor swasta.
Ia mengawali perjalanan profesionalnya sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA pada 1989 hingga 1994.
Setelah itu, Purbaya beralih ke bidang ekonomi dan riset. Ia bergabung dengan Danareksa Research Institute sebagai Senior Economist pada 2000 hingga 2005.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai Chief Economist Danareksa Research Institute pada 2005 hingga 2013.
Di tengah kiprahnya di Danareksa, Purbaya juga dipercaya menjadi Direktur Utama PT Danareksa Securities pada 2006-2008 serta anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) pada 2013-2015.
Advertisement
Mulai Masuk Pemerintahan
Karier Purbaya di pemerintahan mulai terlihat ketika ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis di berbagai kementerian dan lembaga.
Pada 2010-2014, ia menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus anggota Komite Ekonomi Nasional.
Purbaya kemudian dipercaya menjadi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden pada April hingga September 2015.
Setelah itu, ia menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada November 2015 hingga Juli 2016.
Kariernya berlanjut sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada Juli 2016 hingga Mei 2018.
Advertisement
Jadi Deputi di Kemenko Marves
Pada Mei 2018, Purbaya dipercaya menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Ia menduduki posisi tersebut hingga September 2020.
Tak lama setelah itu, Purbaya mendapat kepercayaan untuk memimpin salah satu lembaga penting dalam sistem keuangan Indonesia.
Advertisement
Lima Tahun Memimpin LPS
Pada September 2020, Purbaya ditunjuk sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Ia memimpin LPS selama sekitar lima tahun, hingga September 2025.
Posisi tersebut menjadi salah satu pijakan penting sebelum Purbaya masuk ke jajaran kabinet pemerintahan Prabowo.
Advertisement
Menteri Keungan di Era Prabowo
Purbaya kemudian dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 86/P Tahun 2025.
Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai orang nomor satu di Kementerian Keuangan.
Selama menjadi Menkeu, Purbaya menangani sejumlah agenda penting terkait pengelolaan APBN, penerimaan negara, belanja pemerintah, hingga kebijakan fiskal.
Bahkan, pada 7 September 2026 atau sepekan sebelum dicopot, Purbaya masih menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Keuangan 2027. Kementerian Keuangan saat itu menyebut kinerja APBN 2026 menjadi salah satu fondasi penyusunan program kerja tahun berikutnya.
Namun, sehari setelah genap satu tahun menjabat, posisi Purbaya sebagai Menteri Keuangan berakhir.
Pada Senin (14/9/2026), Presiden Prabowo menggantinya dengan Suahasil Nazara. Pergantian tersebut menjadikan Suahasil sebagai Menteri Keuangan baru dalam pemerintahan Prabowo.
Perjalanan Purbaya sebagai Menteri Keuangan berlangsung selama 1 tahun 5 hari, setelah sebelumnya menghabiskan puluhan tahun berkarier sebagai insinyur, ekonom, profesional korporasi, dan pejabat pemerintahan.