Pencarian penumpang KMP Virgo Transport 8 kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9) dini hari terus dilakukan.
Hingga Senin (14/9), Tim SAR mencatat 108 orang berhasil diselamatkan dan enam orang meninggal dunia. Sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa bukan hanya menyoroti proses pencarian korban, namun juga riwayat dan spesifikasi kapal baru sekitar dua bulan beroperasi secara komersial di Indonesia.
Lantas, seperti apa sebenarnya kapal mengalami kecelakaan tersebut?
Sebelum beroperasi di Indonesia, kapal tersebut memiliki nama Ferry Kurushima dan melayani pelayaran domestik di Jepang selama puluhan tahun. Kapal kemudian dibeli perusahaan pelayaran Indonesia dan berganti nama menjadi KMP Virgo Transport 8.
Kapal ini baru mulai beroperasi secara komersial di Indonesia pada 8 Juli 2026. Artinya, masa operasinya di Indonesia baru berjalan sekitar dua bulan sebelum insiden terjadi.
Advertisement
Dari Mana Asal Muasal Kapal?
KMP Virgo Transport 8 dibuat pada 1987 di Shin Kurushima Onishi Shipyard, Imabari, Jepang. Kapal tersebut sebelumnya beroperasi di Jepang dengan nama Ferry Kurushima. Selama berada di Negeri Sakura, kapal melayani rute domestik, salah satunya antara Pelabuhan Kokura dan Pelabuhan Matsuyama.
Setelah sekitar 38 tahun beroperasi di Jepang, Ferry Kurushima dipensiunkan pada 30 Juni 2025.
Kapal kemudian berpindah kepemilikan dan dibawa ke Indonesia. Namanya berubah menjadi KMP Virgo Transport 8 dan kapal menggunakan bendera Indonesia mulai Juli 2026.
Saat mengalami insiden di Laut Jawa pada September 2026, usia kapal tersebut mencapai 39 tahun.
Advertisement
Bagaimana Spesifikasi KMP Virgo Transport 8?
Dari sisi ukuran, KM Virgo Transport 8 memiliki panjang keseluruhan atau Length Overall (LOA) mencapai 119 meter.
Lebarnya sekitar 21,01 meter. Sementara itu, kapal tercatat memiliki tonase kotor atau Gross Tonnage (GT) sebesar 4.277 GT.
Untuk Deadweight (DWT), kapasitasnya mencapai sekitar 2.612 ton. DWT merupakan ukuran kemampuan kapal membawa total beban, termasuk muatan, bahan bakar, air tawar, perbekalan, dan komponen lain yang dibawa kapal.
Dengan ukuran tersebut, KM Virgo Transport 8 dirancang sebagai kapal angkutan penumpang sekaligus kendaraan.
Untuk sistem penggerak, KM Virgo Transport 8 menggunakan dua mesin diesel 8-silinder.
Total tenaga yang dihasilkan mencapai sekitar 11.200 PS atau 8.238 kW. Sistem propulsinya menggunakan twin screw, yakni dua baling-baling untuk menggerakkan kapal.
Berdasarkan data spesifikasi, kapal tersebut memiliki kecepatan maksimum sekitar 21,59 knot.
Advertisement
Berapa Kapasitas KMP Virgo Angkut Penumpang?
Berdasarkan data pancaran sinyal Automatic Identification System (AIS) yang terekam di situs maritim internasional Vessel Finder kecepatan kapal tercatat berada di kisaran 5,9 knot sebelum akhirnya dilaporkan hilang kontak dan tenggelam.
Sebagai kapal penumpang sekaligus pengangkut kendaraan, KMP Virgo Transport 8 memiliki kapasitas penumpang hingga 670 orang.
Kapal juga dilengkapi fasilitas akomodasi untuk penumpang yang terbagi dalam beberapa kelas, yakni Kelas 1, Kelas 2, Kelas 3, dan VIP.
Tidak hanya penumpang, kapal ini juga memiliki dek khusus untuk membawa kendaraan.
Saat mengalami insiden di Laut Jawa, KMP Virgo Transport 8 dilaporkan membawa 89 kendaraan roda empat atau lebih.
Kombinasi fungsi tersebut membuat kapal termasuk dalam kategori Ro-Ro atau Roll-on/Roll-off, yakni kapal yang memungkinkan kendaraan masuk dan keluar kapal dengan cara dikendarai melalui jalur atau ramp yang tersedia.
Salah satu hal yang ikut menjadi perhatian setelah insiden adalah masa operasional KM Virgo Transport 8 di Indonesia.
Kapal tersebut baru resmi beroperasi secara komersial di Indonesia pada 8 Juli 2026. Sebelumnya, kapal telah beroperasi selama puluhan tahun di Jepang.
Advertisement
Apakah Kapal Berusia 39 Tahun Otomatis Tidak Layak Berlayar?
Insiden terbaliknya kapal tersebut kini menjadi perhatian dalam evaluasi keselamatan pelayaran. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kapal mengalami kemiringan hingga akhirnya terbalik.
Usia kapal juga menjadi salah satu aspek yang ikut disorot. Namun, usia 39 tahun tidak dengan sendirinya membuktikan kapal tidak layak berlayar. Kelayakan kapal ditentukan melalui pemeriksaan dan pemenuhan persyaratan keselamatan yang berlaku.
Advertisement
Apa yang Menyebabkan Kapal Terbalik?
Karena itu, penyebab pasti terbaliknya KM Virgo Transport 8 masih perlu menunggu hasil investigasi pihak berwenang, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kementerian Perhubungan.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dia meminta seluruh pihak bersabar dan memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara profesional, independen, dan berbasis fakta.
"Kami tidak ingin mendahului investigasi KNKT. Yang terpenting, semoga penyebab kecelakaan ini dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di kemudian hari," tutur Dudy saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (13/9).