Penjelasan Polisi soal Modus & Cara Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara Bunuh Korban

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) mengungkap pembunuhan yang diduga dilakukan dukun pengganda uang di Banjarnegara, Slamet Tohari.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penjelasan Polisi soal Modus & Cara Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara Bunuh Korban
Pembunuhan di Banjarnegara. Instagram/@polresbanjarnegara ©2023 Merdeka.com

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) mengungkap pembunuhan yang diduga dilakukan dukun pengganda uang di Banjarnegara, Slamet Tohari. Dari hasil identifikasi scientific crime investigation bahwa korban diminta menelan tablet yang mengandung klonidin sebelum meminum cairan sianida.

"Jadi korban dites pakai klonidin ketika ritual. Kalau tidak ngantuk berhasil dan kemudian diberi sianida itu. Itu bisa dikuatkan dengan keterangan ahli," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Kamis (6/4).

Sementara itu, Kabid Labfor Kombes Pol Slamet Iswanto mengatakan, terkait upaya scientific crime investigation yang dilakukan Polda Jateng, pihaknya mulai melakukan identifikasi jenazah tersebut di Polres Banjarnegara pada Selasa 4 April 2023.

"Hasilnya ditemukan, 2 butir serbuk apotas dan dua butir tablet warna putih. Dua butir apotas positif mengandung zat potasium sianida. Sedangkan, dua butir tablet mengandung klonidin," kata Slamet Iswanto.

Dia menjelaskan, Sianida adalah senyawa beracun dapat menyebabkan kematian pada sel-sel tubuh ketika tertelan. Sedangkan, klonidin adalah obat antihipertensi golongan penghambat reseptor alfa agonis kerja sentral.

Potasium sianida mampu merusak efek merusak sel-sel di dalam tubuh dalam rentang waktu sekitar 1 menit - 5 menit. Bila ditelan dalam jumlah yang cukup banyak, orang bisa meninggal dalam 5 menit.

"Dua belas korban itu positif mengandung sianida. Jadi bisa diambil kesimpulan korban meninggal karena sianida," tegasnya.

Dalam praktiknya pelaku menggunakan dua zat tersebut sebagai syarat dalam ritual penggandaan uang. Pelaku diminta untuk menelan dua zat tersebut.

"Penggunaan dua jenis pil itu merupakan modus dari pelaku," pungkasnya.

Rekomendasi