Dalam tiga pekan terakhir, publik disuguhi perseteruan antara Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dengan pelaksana tugas (Plt) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Gara-garanya soal rencana Pemprov DKI yang akan membongkar Stadion Lebak Bulus untuk kelanjutan proyek Mass Rapid Transit (MRT).Roy merasa terusik karena menganggap Ahok menuding Kemenpora menghalang-halangi proyek MRT ini. Politikus Demokrat ini kemudian menuding balik bahwa berkas untuk pembangunan Stadion BMW masih banyak masalah. Stadion BMW adalah untuk menggantikan Stadion Lebak Bulus yang akan dibongkar.Perseteruan makin memanas. Puncaknya adalah kemarin. Bagaimana ceritanya, berikut ini rangkuman merdeka.com:
Advertisement
Awalnya Roy Suryo somasi Ahok
Roy Suryo ngotot mensomasi Ahok karena punya alasan kuat. Buat Roy, somasi itu bentuk peringatan agar seorang pejabat tak seenaknya mengumbar pernyataan sementara cek dan ricek dengan bawahan belum dilakukan."Jadi somasi ini sebenarnya adalah peringatan, kasih sayang, antara instansi. Satu instansi dalam hal ini Kemenpora kepada Pemprov DKI Jakarta," ujar Roy.Roy menyayangkan pernyataan Ahok yang menyudutkan instansinya. Padahal, kesalahan justru dilakukan jajaran Pemprov DKI."Dengan sangat lantang tanpa melakukan cross check sendiri di dalam instansinya, sudah langsung menyalahkan keterlambatan MRT kepada pemerintah pusat dan langsung dituduh Kemenpora yang menghambat dengan tidak memberikan rekomendasi pemindahan stadion Lebak Bulus," ujarnya.
Advertisement
Somasi Menpora dicuekin Ahok
Ahok tak mau menanggapi serius somasi yang dilayangkan oleh Roy Suryo. Dia merasa tak pernah mengungkapkan jika Kemenpora yang menjadi penghambat proyek MRT."Saya juga bingung dengan Menpora, saya pernah ngomong Anda apa," kata Ahok.Perang dingin antara Ahok? dengan Roy Suryo? adalah terkait proyek MRT. Ahok? sebelumnya dituding telah melakukan pencemaran nama baik karena menduga Kemenpora menghambat pembangunan proyek MRT karena tak kunjung memberikan izin pembongkaran Stadion Lebak Bulus. Lokasi stadion itu rencananya akan menjadi Depo MRT.Ahok menegaskan tidak pernah menyudutkan Kemenpora, apalagi Menpora Roy Suryo. "Somasi saya kapan saya ngomongin Anda? Malah saya marahin anak buah saya kenapa Anda tidak menyerahkan berkas ke Kemenpora, begitu Menpora dapat pasti langsung mengeluarkan rekomendasi," katanya.
Advertisement
Ahok duga Menpora numpang ngetop
Ahok menduga Roy Suryo hanya ingin mencari popularitas dengan mensomasinya. "Makanya saya bilang Menpora itu jangan ngomong sembarangan. Dia punya pengacara entar somasi-somasi. Kalau aku sih males somasi dia, aku takut kalau lu ngetop. Karena dia gitu. Mau ngetop aja. Mau numpang ngetop apa?," ujar Ahok.Ahok meminta Roy Suryo membalas surat rekomendasi yang diberikan Pemprov DKI kepada Kemenpora yang telah diberikan April lalu. Namun yang terjadi justru Roy Suryo? malah menuding Ahok? hanya mau numpang tenar saja dari kasus tersebut."Kenapa dia bilang 'baru jadi Plt. Sudah mau neken Menpora?' Sudahlah enggak usah numpang Ahok ngetop. Ngetop sendiri saja. Bilangin kayak gitu," kata dia.
Advertisement
Roy Suryo: Ahok kurang sehat
Roy Suryo menganggap Ahok memiliki sifat kejiwaan yang kurang sehat. Bukan hanya itu, politisi Partai Demokrat tersebut juga menilai sifat Ahok kekanak-kanakkan."Lebih baik berkata jujur bilang ke masyarakat yang sebenarnya soal Taman BMW ini. Ahok ini kurang sehat, silakan berobat ke Puri Nirmala, gratis, silakan istirahat di sana Rumah Sakit Neurologi Yayasan Puri Binangun, ini bukan sama sekali cari popularitas. Kita tak baik melakukan gibah dan suudzon di bulan Ramadan," ujar Roy.Namun, ketika ditanyai lebih lanjut apakah dirinya menganggap Ahok kurang waras Roy menolaknya. "Saya gak bilang kurang waras, tapi kurang sehat," tandasnya sembari tersenyum sinis.
Advertisement
Menpora laporkan Ahok ke Polri
Ini adalah klimaksnya. Setelah perang pernyataan di publik, Menpora Roy Suryo memilih menempuh jalur hukum. Roy Suryo melaporkan Ahok ke Mabes Polri. Dia juga melaporkan pejabat DKI lainnya."Saya ke sini untuk mengantarkan kementerian melaporkan tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan Plt gubernur DKI Jakarta, BTP panggilannya AH dan Kepala Dinas Olahraga inisial R," ungkap Roy Suryo di Bareskrim Polri, Jakarta.Roy menyayangkan tindakan Pemprov DKI yang dianggap menyebarkan berita bohong ke media soal alih fungsi taman BMW. Roy mengatakan di media Pemprov menuding Kemenpora menjegal proyek MRT."Padahal Pemrov sendiri tidak punya kemampuan menyelesaikan proyek MRT tidak tepat waktu. Apa yang disampaikan selama ini tidak benar taman BMW, semua itu bohong tidak sesuai fakta kami," jelas dia.Menurut penjelasan Roy, Pemprov sendirilah yang tidak patuh terhadap UU No 3 tahun 2009 tentang Keolahragaan Nasional. Dalam Undang-Undang tersebut, jika ingin membongkar fasilitas Stadion Lebak Bulus untuk MRT, Pemprov harus menyediakan lahan pengganti yang tidak bermasalah. Tetapi kenyataannya, menurut Roy, baik dokumen dan lahan pengganti di taman BMW semua bermasalah. Kesalahan ini pun tidak diakui oleh Pemprov DKI.