Pemprov Sumut Naikkan Status Puskesmas Mandrehe Nias Barat Jadi Rawat Inap, Perluas Akses Kesehatan

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan meningkatkan Puskesmas Mandrehe di Nias Barat menjadi fasilitas rawat inap pada 2026, sebuah langkah strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat setempat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Sumut Naikkan Status Puskesmas Mandrehe Nias Barat Jadi Rawat Inap, Perluas Akses Kesehatan
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan meningkatkan Puskesmas Mandrehe di Nias Barat menjadi fasilitas rawat inap pada 2026, sebuah langkah strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat setempat. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan layanan kesehatan di daerah terpencil. Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat akan diubah menjadi fasilitas rawat inap pada tahun 2026 mendatang. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas jangkauan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat setempat.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, secara langsung meninjau Puskesmas Mandrehe pada Kamis, 16 Juli 2026. Ia menegaskan komitmen Pemprov Sumut dalam memperkuat infrastruktur kesehatan di Nias Barat. Peningkatan kapasitas ini akan mencakup penambahan fasilitas, layanan rawat inap, tempat tidur, serta ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai.

Keputusan ini diambil mengingat Puskesmas Mandrehe merupakan fasilitas terdekat bagi warga Kecamatan Mandrehe. Jarak tempuh menuju rumah sakit umum daerah (RSUD) terdekat bisa memakan waktu hingga dua jam perjalanan. Oleh karena itu, peningkatan ini diharapkan dapat mengatasi kendala geografis yang selama ini dihadapi penduduk.

Peningkatan Fasilitas dan Layanan Kesehatan di Nias Barat

Gubernur Bobby Nasution menjelaskan bahwa penguatan fasilitas kesehatan di Puskesmas Mandrehe menjadi prioritas utama. Ini termasuk penambahan layanan rawat inap dan ketersediaan tempat tidur yang memadai. Tujuannya agar masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit.

Puskesmas Mandrehe menjadi salah satu dari 20 Puskesmas yang ditargetkan Pemprov Sumut untuk ditingkatkan statusnya menjadi rawat inap tahun ini. Lokasinya strategis dan melayani sekitar 23 ribu penduduk dari 20 desa, dengan jarak ke rumah sakit daerah mencapai sekitar 60 kilometer.

Dengan adanya layanan rawat inap, Puskesmas Mandrehe ditargetkan mampu menangani berbagai kondisi medis. Layanan yang direncanakan meliputi penyakit dalam, persalinan, kesehatan anak, anestesi, dan tindakan medis lainnya. Pemerintah Kabupaten Nias Barat juga akan melengkapi sarana penunjang berupa alat kesehatan, termasuk alat pemeriksaan kehamilan empat dimensi (4D).

Kepala Puskesmas Mandrehe, Karsa, menyambut baik rencana peningkatan ini. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya sekitar 20 hingga 30 persen pasien terpaksa dirujuk ke RSUD Pratama karena keterbatasan layanan. Dengan peningkatan kapasitas ini, lebih banyak tindakan medis dapat dilakukan langsung di Puskesmas Mandrehe.

Strategi Pemenuhan Tenaga Medis dan Kerja Sama Pendidikan

Pemprov Sumut tidak hanya fokus pada fasilitas fisik, tetapi juga pada ketersediaan tenaga kesehatan yang berkualitas. Untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis, Pemprov Sumut menyiapkan program pendidikan khusus. Selain itu, sistem rotasi tenaga kesehatan dari rumah sakit umum daerah juga akan diterapkan.

Saat ini, beberapa dokter sedang menempuh pendidikan spesialis untuk ditempatkan di Nias Barat. Sambil menunggu mereka menyelesaikan studinya, skema rotasi dokter dari RSUD telah disiapkan. Hal ini untuk memastikan pelayanan medis tetap berjalan optimal di Puskesmas Mandrehe.

Guna mendukung program ini, Pemprov Sumut telah menjalin kerja sama strategis dengan dua universitas terkemuka. Nota kesepahaman telah ditandatangani dengan Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kerja sama ini mencakup pemberian beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri Kepulauan Nias.

Gubernur Bobby Nasution menambahkan bahwa kerja sama dengan USU dan UGM juga melibatkan dokter residen. Dokter residen dari kedua universitas tersebut akan intensif bertugas di Puskesmas Mandrehe. Sistem rotasi ini diharapkan dapat memastikan ketersediaan tenaga medis yang berkelanjutan dan berkualitas.

Komitmen Berkelanjutan Pemprov Sumut untuk Kesehatan

Peningkatan kapasitas Puskesmas Mandrehe menjadi langkah lanjutan setelah pemerintah pusat membangun rumah sakit di Kepulauan Nias. Gubernur Bobby Nasution menyebutkan bahwa pembangunan rumah sakit daerah oleh Presiden RI Prabowo Subianto menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan di Kepulauan Nias.

Pemprov Sumut terus melanjutkan upaya tersebut dengan meningkatkan kapasitas Puskesmas. Tujuannya agar masyarakat Sumatera Utara tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit, terutama karena kendala akses. Ini mencerminkan komitmen Pemprov Sumut dalam menyediakan layanan kesehatan yang merata dan mudah dijangkau.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Sumut untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengembangkan infrastruktur kesehatan. Dengan fokus pada layanan primer seperti Puskesmas, diharapkan beban rumah sakit rujukan dapat berkurang. Ini juga memastikan penanganan medis awal yang cepat dan efektif di tingkat lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi