Program Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Kehidupan Keluarga di Pati, Anaknya Bisa Sekolah Gratis
Keterbatasan ekonomi ini juga menjadi penghalang bagi anaknya, Bayu Laksono, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Sawinah hidup dalam kondisi yang serba terbatas. Perempuan berusia 48 tahun ini tinggal di sebuah rumah sederhana dengan atap seng gelombang di Desa Poh Gading, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Di dinding rumahnya terpampang tulisan "Keluarga Pra Sejahtera Miskin Penerima Bansos," yang mencerminkan keadaan ekonominya.
Siapa sangka, rumah ini menyimpan banyak kenangan dan cerita. Tempat ini menjadi saksi bisu perjuangan Sawinah dalam membesarkan dua anaknya. Sejak dulu, kedua anaknya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah.
Suami Sawinah pergi merantau dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik, namun hingga kini, ia tidak pernah kembali ke rumah sederhana itu. "Bilangnya dulu merantau, tapi sudah berapa tahun (suami) tidak ada kabarnya, tidak ada apa-apanya sampai sekarang," kenang Sawinah, dikutip pada Sabtu (25/4).
Akibat kepergian suaminya, Sawinah kini berperan sebagai tulang punggung keluarga. Ia berjuang untuk membiayai pendidikan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anaknya dengan penghasilan yang minim. Saat ini, Sawinah bekerja sebagai pedagang dan memperoleh penghasilan kotor rata-rata Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari.
Meskipun demikian, ia mengaku bahwa jumlah tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. "Ya dicukup-cukupkan, mau bagaimana lagi? Menghidupi anak dua," jelasnya.
Keterbatasan ekonomi ini juga menjadi penghalang bagi anaknya, Bayu Laksono, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Bayu awalnya sempat bersekolah di salah satu SMP di desanya selama sebulan, tetapi karena tidak memiliki uang untuk ongkos dan tidak ada yang mengantar, ia terpaksa membatalkan niatnya untuk bersekolah. Kejadian ini membuat hati Sawinah sangat iba, terutama ketika melihat Bayu sering menangis karena tidak memiliki ongkos untuk pergi ke sekolah.
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Bagi Sawinah
Harapan muncul ketika Sawinah mendapatkan informasi tentang Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto melalui ponselnya. Sebagai seorang ibu yang peduli terhadap masa depan anaknya, ia pun berinisiatif untuk mencari informasi lebih lanjut. "Saya tanya-tanya orang, saya tanya-tanya ke guru Sekolah Rakyat, lalu saya diberi tahu untuk tanya ke kepala desa," ungkapnya.
Usahanya tidak sia-sia, karena kini Bayu bisa bersekolah di SRMP 12 Pati tanpa biaya apapun.
Bayu mendapatkan berbagai fasilitas seperti tas, buku, seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah secara gratis. Selain itu, ia juga tinggal di asrama tanpa biaya, sehingga tidak perlu khawatir tentang ongkos transportasi ke sekolah. Meski begitu, Sawinah menyebut bahwa Bayu tetap meminta untuk dijenguk dua kali sebulan.
"Tapi anak saya juga senang sekolah di sana. Dan dampak ekonominya, saya jadi sedikit-sedikit bisa menabung untuk menjenguknya," jelas Sawinah dengan penuh rasa syukur.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Prabowo atas program Sekolah Rakyat yang dianggapnya sangat membantu, tidak hanya dalam meringankan beban ekonomi, tetapi juga dalam membantu Bayu meraih cita-citanya. Sawinah berharap dapat menyekolahkan adik Bayu di Sekolah Rakyat setelah melihat perubahan positif pada diri anaknya.
"Bayu tambah pintar, tambah mandiri. Sopan santunnya juga sudah berbeda, sudah sopan berbicara dengan orang tua," tambahnya. "Jadi, terima kasih Pak Prabowo sudah membantu saya dan anak-anak saya. Semoga Pak Prabowo sehat selalu, banyak rezeki, dan panjang umur," pungkasnya.