Prodi Proteksi Tanaman Unsri Cetak Lulusan Unggul Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Prodi Proteksi Tanaman Unsri sukses menggelar yudisium akbar pada Desember 2025, mencetak 64 lulusan unggul yang siap berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan nasional dan pertanian berkelanjutan.
Prodi Proteksi Tanaman Unsri Cetak Lulusan Unggul Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Palembang, 26 Desember 2025 – Program Studi Proteksi Tanaman, yang berada di bawah Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. Program studi ini secara aktif menyiapkan para lulusannya untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Pada Desember 2025, Unsri menggelar yudisium akbar yang berhasil mencetak sarjana-sarjana unggul di bidang proteksi tanaman. Acara ini menjadi penanda kesiapan para lulusan untuk terjun langsung ke lapangan, membawa inovasi dan solusi bagi tantangan pertanian modern.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kualitas pendidikan yang telah teruji, dengan akreditasi unggul dari BAN-PT dan pengakuan internasional dari ASIIN Jerman. Standar pendidikan yang tinggi ini memastikan bahwa setiap lulusan memiliki bekal ilmu dan keterampilan yang relevan untuk bersaing di kancah global.
Komitmen Prodi Proteksi Tanaman Unsri dalam Ketahanan Pangan
Prodi Proteksi Tanaman Unsri secara konsisten mempersiapkan lulusannya untuk memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Fokus utama adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman, penerapan teknologi pertanian yang ramah lingkungan, serta pengembangan sistem pertanian berkelanjutan.
Prof. Siti Herlinda, Ketua Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Unsri, menegaskan pentingnya peran lulusan. “Semua lulusan dipersiapkan untuk berperan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta penguatan sistem pertanian berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya di Palembang, Kamis (25/12).
Kontribusi ini sangat vital mengingat tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga serangan hama yang dapat mengancam produksi pertanian. Dengan bekal pengetahuan ilmiah dan keterampilan analitis, para lulusan diharapkan mampu memberikan solusi inovatif.
Prestasi Akademik Gemilang dan Standar Internasional
Pada yudisium akbar Desember 2025, Program Studi Proteksi Tanaman mencatat prestasi akademik yang membanggakan dengan meluluskan 64 mahasiswa angkatan 2022. Mayoritas mahasiswa ini menyelesaikan masa studi dalam waktu 3,5 tahun atau tujuh semester, menunjukkan efisiensi dan kualitas proses belajar mengajar.
Lebih lanjut, sekitar 90 persen dari lulusan tersebut berhasil meraih predikat cumlaude atau sangat memuaskan, sebuah capaian yang membuktikan tingginya standar akademik di program studi ini. Proses yudisium diawali dengan sidang tertutup, tahapan penting untuk verifikasi akhir kelulusan dan evaluasi integritas akademik.
Program studi ini juga bangga dengan para mahasiswa berprestasi, di antaranya Rindian Tika yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Disusul oleh Mytha Ahmad di posisi kedua dengan IPK 3,98, serta Aurelia Meira Zhafirah sebagai peringkat ketiga dengan IPK 3,97.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Pertanian dan Unsri, tetapi juga memperlihatkan standar pendidikan unggul yang diterapkan. Akreditasi “Unggul” dari BAN-PT dan akreditasi internasional dari ASIIN (Jerman) semakin memperkuat pengakuan terhadap kualitas Program Studi Proteksi Tanaman.
Mempersiapkan Lulusan Berdaya Saing Global
Sebagai bagian dari upaya penguatan program internasionalisasi, Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Unsri terus menunjukkan konsistensinya dalam menerapkan kegiatan akademik berorientasi global. Salah satu inisiatif penting adalah penggunaan bahasa Inggris secara aktif dalam berbagai aktivitas akademik.
Mulai dari presentasi seminar, ujian skripsi, hingga penulisan makalah ilmiah, mahasiswa dilatih untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Langkah ini dirancang untuk membangun kompetensi internasional mahasiswa dan meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi persaingan di tingkat global.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Prof. Ahmad Muslim, menekankan bahwa yudisium adalah langkah awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja dan profesional. “Capaian akademik yang telah diraih lulusan Program Studi Proteksi Tanaman, merupakan pondasi awal dalam membangun karier, menjadi insan yang tangguh, kompetitif, dan terus mengembangkan diri agar mampu beradaptasi dengan dinamika serta tantangan sektor pertanian,” ujarnya.
Dengan bekal pengetahuan mendalam dan keterampilan yang relevan, lulusan Prodi Proteksi Tanaman Unsri diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor pertanian, khususnya dalam bidang perlindungan tanaman, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sumber: AntaraNews