Polisi Olah TKP Pencurian Kambing Setu Bekasi, Dua Ekor Raib Disikat Maling
Polsek Setu Bekasi respons cepat olah TKP kasus pencurian kambing di Desa Lubang Buaya. Dua ekor kambing milik warga lansia raib, sementara lima lainnya disembelih di lokasi, membuat pembaca penasaran akan kelanjutan kasus pencurian hewan ternak ini.
Jajaran kepolisian dari Polsek Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bergerak cepat menindaklanjuti laporan kasus pencurian hewan ternak. Peristiwa ini menimpa sepasang warga lanjut usia yang tinggal di RT 003/001 Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu.
Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, menyatakan pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP. Langkah ini diambil sebagai respons cepat guna mengungkap identitas serta menangkap para pelaku pencurian.
Berdasarkan hasil olah TKP, dua ekor kambing milik korban diduga dibawa kabur oleh pelaku, sementara lima ekor lainnya ditemukan telah disembelih di sekitar kandang. Kejadian nahas ini diperkirakan terjadi pada Selasa dini hari, 27 Januari 2026, saat kondisi lingkungan masih gelap dan diguyur hujan deras.
Modus Operandi Pelaku Terungkap di Lokasi Kejadian
Hasil penyelidikan awal di TKP menunjukkan modus operandi pelaku yang cukup nekat. Mereka menjebol pagar kandang, kemudian menarik kambing keluar untuk disembelih di area sekitar kandang.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan bercak darah serta jeroan kambing yang berserakan. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku hanya mengambil bagian daging kambing, sementara jeroannya ditinggalkan begitu saja. "Yang diambil hanya bagian daging saja. Modus pelaku menjebol pagar kandang, menarik kambing keluar, lalu menyembelih di sekitar kandang," ucap AKP Usep Aramsyah.
Pihak kepolisian menduga para pelaku menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya bekas ban motor di tanah sekitar kandang. "Kalau lebih dari dua orang, pasti kebawa semua. Ini kayaknya berdua, pakai motor," ujar Narmah, korban pencurian.
Kesaksian Korban dan Kerugian yang Dialami
Korban pencurian, Narmah (58), mengungkapkan bahwa ia mendengar suara gaduh dari kandang kambingnya pada Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 00.00 WIB. Merasa curiga, Narmah bersama suaminya yang belum tidur memutuskan untuk memeriksa kandang di halaman belakang rumah dengan senter.
Saat tiba di kandang, Narmah mendapati semua kambing peliharaannya sudah tidak ada. Ia kemudian menyusuri sekitar kandang hingga menemukan lima ekor kambingnya tergeletak di tengah perkebunan, tidak jauh dari kandang, dalam kondisi sudah disembelih. "Saya lagi mengobrol sama suami, enggak tidur. Dengar suara ribut, saya pikir maling. Pas saya senterin, kambing sudah tergeletak, sudah dipotong," kata Narmah.
Narmah menambahkan, "Lima kambing saya sudah disembelih, jeroannya pada keluar. Dua ekor lagi hilang, mungkin dibawa kabur malingnya." Kerugian yang dialami Narmah cukup besar, dan ia berharap polisi dapat segera menemukan pelakunya.
Bukan Kali Pertama, Korban Berharap Keadilan
Peristiwa pencurian hewan ternak ini ternyata bukan yang pertama kali dialami oleh Narmah. Ia mengaku sebelumnya pernah kehilangan empat ekor sapi dengan modus yang serupa, yaitu disembelih di lokasi.
Kejadian berulang ini tentu saja menimbulkan trauma dan kerugian materiil yang tidak sedikit bagi Narmah dan keluarganya. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar lokasi kejadian diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungan.
Narmah sangat berharap pihak kepolisian dapat membongkar tuntas kasus pencurian ini. Ia mendesak agar para pelaku dapat segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. "Saya berharap polisi dapat membongkar kasus pencurian yang saya alami ini. Sudah dua kali kejadian. Dulu sapi saya juga hilang, caranya hampir sama," pungkas Narmah.
Sumber: AntaraNews