Penyebab Ledakan Masjid Jember Terungkap: Bukan Bom, Diduga Akibat Zat Kimia
Kepolisian memastikan penyebab ledakan Masjid Jember bukan bom, melainkan dugaan reaksi zat kimia. Simak hasil penyelidikan terbaru dan imbauan keamanan terkait insiden di Masjid Raya Pesona Jember.
Sebuah ledakan misterius mengguncang Masjid Raya Pesona di Perumahan Pesona Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 16 Maret 2026 malam. Insiden terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat jemaah sedang melaksanakan shalat tarawih, menimbulkan kepanikan di antara warga yang beribadah.
Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, dengan tegas menyatakan bahwa penyebab ledakan dipastikan bukan berasal dari bahan peledak atau bom. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Mapolres Jember.
Dugaan awal mengarah pada reaksi kimia dari bahan atau zat yang mudah terbakar atau meledak yang tersimpan di dalam lemari besi. Penyelidikan intensif masih terus dilakukan oleh tim gabungan untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini.
Hasil Penyelidikan Awal: Bukan Bom, Melainkan Panas Berlebih Zat Kimia
Tim gabungan yang terdiri dari Unit Identifikasi, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, Direktorat Reserse Kriminal Polda Jatim, Tim Penjinak bom (Jibom) Gegana KorBrimob Polri, Satbrimob Polda Jatim, serta Satreskrim Polres Jember telah melakukan analisa mendalam. Dari hasil analisa sementara, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi kejadian.
Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab ledakan adalah panas berlebih. Panas ini berasal dari bahan atau zat yang mudah terbakar atau meledak yang tersimpan di dalam lemari besi masjid.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa penyebab ledakan diduga kuat karena bahan kimia tertentu. Senyawa seperti Sodium Perchlorate (NaClO4) dan Poly (Bisphenol A-co-epichlorohydrin) yang berada di dalam lemari besi tersebut diduga mengalami perubahan suhu atau peningkatan temperatur yang memicu terjadinya ledakan.
Dampak Ledakan dan Upaya Pemulihan Ibadah
Meskipun ledakan tersebut cukup kuat, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, satu orang jemaah harus dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami gangguan pendengaran akibat suara ledakan.
Selain itu, ledakan juga menyebabkan kerusakan material pada bangunan masjid. Bagian atap masjid dan roster mengalami kerusakan signifikan, menambah kepanikan warga yang sedang menjalankan shalat tarawih.
Meski demikian, Masjid Raya Pesona dapat digunakan kembali untuk kegiatan ibadah shalat pada Selasa (17/3) sore, sehari setelah insiden. Hal ini memungkinkan warga di Perumahan Pesona Regency untuk kembali melaksanakan shalat tarawih di masjid setempat.
Namun, jumlah warga yang beribadah di masjid sempat berkurang. Beberapa jemaah masih merasa khawatir atau was-was pasca-ledakan, meskipun masjid telah dinyatakan aman untuk digunakan.
Imbauan Keamanan dan Kelanjutan Proses Investigasi
AKBP Bobby A. Condroputra berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar atau hoaks. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Jember.
Tim gabungan masih terus melakukan pendalaman secara intensif. Tujuannya adalah untuk memastikan penyebab pasti dari insiden ledakan di Masjid Raya Pesona Jember.
Setiap perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut kepada publik. Hal ini sebagai bentuk transparansi dan untuk memastikan informasi yang akurat sampai kepada masyarakat.
Sumber: AntaraNews