Pelajar Terseret Arus Sungai Tanggul Jember, Pencarian Dilanjutkan Minggu Pagi
Seorang pelajar terseret arus Sungai Tanggul Jember saat berburu biawak. Tim SAR gabungan menghentikan pencarian sementara karena cuaca gelap dan akan dilanjutkan Minggu pagi.
Seorang pelajar berusia 18 tahun, Iqbal Khoirul Anwar, dilaporkan terseret arus deras Sungai Tanggul di Desa Paseban, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu sore. Iqbal, warga Desa Mojomulyo, hilang saat sedang berburu biawak bersama 13 rekannya di dekat Jembatan Merah Putih. Insiden tragis ini memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, korban bersama teman-temannya awalnya berniat mencari biawak. Saat seekor biawak yang berhasil dilumpuhkan jatuh ke tengah sungai, Iqbal berusaha menangkapnya kembali. Nahas, pelajar tersebut diduga tenggelam dan kemudian terbawa arus sungai yang cukup deras.
Sementara rekan-rekan Iqbal berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi sungai, Iqbal justru menghilang ditelan derasnya aliran air. Laporan kejadian ini segera ditindaklanjuti oleh BPBD Jember yang langsung mengerahkan tim gabungan untuk melakukan pencarian. Upaya menemukan Iqbal terus dilakukan meskipun menghadapi berbagai tantangan alam.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian Awal
Insiden bermula ketika Iqbal Khoirul Anwar dan 13 temannya melakukan aktivitas berburu biawak di area bantaran Sungai Tanggul, Desa Paseban. Mereka memilih lokasi di dekat Jembatan Merah Putih, yang dikenal sebagai muara baru sungai tersebut. Saat proses perburuan, seekor biawak yang telah berhasil dilumpuhkan terjatuh ke tengah aliran sungai.
Korban, Iqbal, bersama beberapa rekannya kemudian berusaha mengejar dan menangkap kembali biawak tersebut yang hanyut di sungai. Namun, dalam upaya tersebut, Iqbal diduga kuat tenggelam dan tak mampu melawan kuatnya arus Sungai Tanggul. Rekan-rekannya yang lain berhasil menyelamatkan diri dengan berenang kembali ke tepian sungai, namun Iqbal tidak terlihat lagi.
Setelah menerima laporan mengenai hilangnya pelajar tersebut, BPBD Jember segera berkoordinasi dengan berbagai pihak. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jember, Pemerintah Desa Paseban, TNI AD, TNI AL, Polri, Basarnas Pos SAR Jember, Satpolairud Polres Jember, SAR Rimba Laut, dan komunitas relawan lainnya langsung bergerak. Mereka memulai operasi pencarian dengan menyusuri sepanjang aliran Sungai Tanggul.
Kendala Pencarian dan Imbauan Kewaspadaan
Operasi pencarian yang dimulai pada Sabtu sore tersebut berlangsung hingga pukul 17.25 WIB. Namun, upaya tim SAR gabungan harus dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Hari mulai gelap dan hujan deras turun di wilayah Jember, membuat visibilitas dan kondisi lapangan menjadi sangat sulit.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini menghambat efektivitas pencarian. Oleh karena itu, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban hingga operasi dihentikan. Pencarian akan dilanjutkan kembali pada Minggu pagi, 18 Januari, mulai pukul 08.00 WIB, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Menyikapi kondisi cuaca yang ekstrem, Edy Budi Susilo juga mengimbau seluruh masyarakat Jember untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut diprediksi akan menyebabkan peningkatan debit air sungai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan bahaya tambahan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai atau daerah rawan bencana lainnya.
Peningkatan kewaspadaan sangat penting untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang. Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di dekat sungai saat debit air tinggi atau cuaca buruk. Koordinasi dengan pihak berwenang juga dianjurkan jika ada potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Sumber: AntaraNews