Pemuda Nekat Ceburkan Diri ke Kali Cengkareng Drain Jakbar, Diduga Masalah Asmara
Seorang pemuda bernama Ilham Kaulid (22) nekat ceburkan diri ke Kali Cengkareng Drain di Jakarta Barat pada Rabu, memicu pencarian intensif oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
Seorang pemuda berusia 22 tahun, Ilham Kaulid, secara mengejutkan menceburkan diri ke aliran Kali Cengkareng Drain, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu sore. Insiden ini sontak menggegerkan warga sekitar dan memicu upaya pencarian yang melibatkan petugas berwenang. Kejadian tragis ini terjadi di tengah arus deras kali, menimbulkan kekhawatiran mendalam akan keselamatan korban.
Rekaman video amatir yang berhasil diabadikan warga menunjukkan Ilham melambaikan tangan meminta pertolongan saat dirinya berada di tengah derasnya arus Kali Cengkareng Drain. Namun, tak lama kemudian, ia terlihat tenggelam dan terseret arus, menghilang dari pandangan. Momen menegangkan ini menjadi saksi bisu upaya terakhir korban untuk bertahan hidup.
Saksi mata di lokasi kejadian, Suwarno, mengungkapkan bahwa Ilham diduga melompat dari jembatan sebelum akhirnya terseret ke tengah kali. Meskipun banyak warga yang ingin membantu, kondisi arus yang sangat deras membuat mereka tidak berani untuk turun langsung. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta segera dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Kronologi Kejadian dan Upaya Penyelamatan
Menurut kesaksian Suwarno, pemuda tersebut awalnya terlihat melompat dari jembatan dan kemudian berpegangan pada tiang di tengah kali. Suwarno sempat berniat menolong menggunakan getek, namun Ilham sudah terlepas dari pegangannya dan terbawa arus. "Awalnya pokoknya loncat dari jembatan. Lewat dari jembatan, tahu-tahu dia sudah pegangan tiang di tengah itu. Saya juga mau nolongin, bawa getek, mau jalan, tahu-tahu dia sudah lepas. Habis gimana, sudah sampai tengah. Masa saya mau nyebur," ujarnya.
Ilham Kaulid, meskipun tidak bisa berenang, sempat berupaya menyelamatkan diri dengan menggerakkan tangannya. "Ya dia menyelamatkan diri, namanya orang nggak bisa berenang ya sebisanya lah, tangannya," ucap Suwarno. Namun, derasnya arus Kali Cengkareng Drain tidak memungkinkan upaya tersebut berhasil. Banyak warga yang menyaksikan kejadian tersebut merasa tidak berdaya karena kondisi kali yang berbahaya.
Warga sekitar berbondong-bondong ingin memberikan pertolongan, namun tidak ada yang berani mengambil risiko untuk menceburkan diri ke kali. "Kalau warga banyak yang mau nolong, tapi dia sudah sampai tengah. Warga enggak berani turun," jelas Suwarno. Kondisi ini menunjukkan betapa berbahayanya arus kali pada saat kejadian.
Tim pencarian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta segera tiba di lokasi dengan mengerahkan perahu karet. Mereka melakukan penyisiran di sepanjang Kali Cengkareng Drain untuk menemukan Ilham. Namun, hingga Rabu malam, korban belum juga ditemukan, dan proses pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi gelap serta arus yang semakin deras. Pencarian akan dilanjutkan pada Kamis pagi, 29 Januari.
Dugaan Motif dan Harapan Keluarga Korban
Ayah korban, Nahuri, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian nahas ini, Ilham berpamitan untuk melamar pekerjaan ke kawasan Muara Baru bersama tetangganya. "Tadi kan dia mau ngelamar kerja ke Muara Baru. Saya izinin berdua sama tetangganya. Berangkat kok, tahu-tahu temannya balik ngasih kabar katanya anak saya nyebur ke kali," ujar Nahuri dengan nada sedih.
Nahuri menduga adanya permasalahan pribadi yang melatarbelakangi tindakan nekat anaknya tersebut. Ia menyinggung adanya hubungan asmara yang rumit yang mungkin menjadi pemicu. "Awalnya itu ada istri orang suka sama dia. Pernah saya tegur, jangan lah. Tapi tetap nyamperin. Mungkin ya ini ya," katanya, mencoba mencari jawaban atas apa yang menimpa anaknya.
Keluarga Ilham Kaulid sangat terpukul atas peristiwa ini dan berharap anaknya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Nahuri menyampaikan perasaannya yang hancur, namun juga menunjukkan kepasrahan. "Sedih lah, Pak, namanya anak. Kalau bisa kan saya luruskan, saya bimbing yang lurus. Harapan saya sih kalau ditemukan masih hidup. Tapi kalau memang sudah enggak ada, ya kita pasrah kepada Allah," tutup Nahuri penuh harap.
Sumber: AntaraNews