Ngamuk ke Dimas Anggara Sampai Panggil 'Tuan Dimas', Begini Jejak Karir Politik Pasha Ungu
Dari unggahan Pasha, diduga Dimas menampar anak Pasha, Kiesha Alvaro. Bahkan, Dimas diduga menantang Kiesha untuk berkelahi.
Anggota DPR RI sekaligus musisi Pasha Ungu, menjadi sorotan publik usai unggahan di media sosial yang menyeret nama aktor Dimas Anggara.
Dari unggahan Pasha, diduga Dimas menampar anak Pasha, Kiesha Alvaro. Bahkan, Dimas diduga menantang Kiesha untuk berkelahi.
"Tuan Dimas Anggara, suaminya Nadinelist, pemain sinetron atau film atau apalah, tolong cari saya sekarang ya, saya ada perlu. Katanya, kamu gampar anak saya Kiesha barusan di lokasi syuting?" tulis Pasha Ungu, di akun instagram pribadinya @pashaungu_vm, dikutip Selasa (24/6).
Merdeka.com pun merangkum rekam jejak politik Pasha Ungu.
Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau yang lebih dikenal Pasha Ungu adalah penyanyi yang terkenal bersama Ungu.
Pria kelahiran 27 November 1979 di Donggala, Sulawesi Tengah ini sudah kerap kali muncul di dunia hiburan Indonesia sebagai model, iklan televisi, aktor sinetron dan bermusik.
Cukup sukses dalam dunia musik tidak menjadikan Pasha puas, Pasha mencoba peruntungan lain dengan terjun di dunia politik. Sebagai langkah pertama terjun ke dunia politik, Pasha mengikuti Pilkada Kota Palu 2015.
Wali Kota Palu
Pasha mendaftarkan diri sebagai calon Wakil Wali Kota Palu mendampingi Hidayat yang menjadi calon Wali Kota Palu.
Pasangan ini diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Hasilnya, Hidayat-Pasha Ungu meraih suara terbanyak berdasarkan perhitungan manual KPUD Kota Palu dengan meraih 54.915 suara atau 36,79 persen.
Keduanya menang di sebagian besar TPS dari total TPS sebanyak 621 di delapan kecamatan se-Kota Palu dalam Pilkada 2015. Pasangan ini pun dilantik sebagai Wakil Wali Kota Palu periode 2016-2021.
Setelah selesai menjabat sebagai Wakil Wali Kota, Pasha kembali melebarkan sayapnya di dunia politik. Pada Pemilu 2024, dia berhasil duduk sebagai Anggota DPR RI. Pasha ditempatkan di Komisi VIII, yang fokus pada urusan agama, sosial, kebencanaan, dan pemberdayaan perempuan.