Melinda Aksa Munafri: Imlek Makassar Momentum Eratkan Persaudaraan dan Jaga Stabilitas Sosial
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menegaskan perayaan Imlek Makassar bukan hanya tradisi, melainkan fondasi penting pererat persaudaraan dan stabilitas sosial di tengah keberagaman.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, baru-baru ini menekankan pentingnya perayaan Imlek sebagai wadah mempererat tali persaudaraan. Ia menyatakan bahwa Imlek bukan sekadar tradisi budaya, melainkan momentum krusial untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan Melinda saat menghadiri perayaan Bai Nian Imlek bersama masyarakat Tionghoa Kota Makassar. Acara tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat persatuan yang kuat.
Menurut Melinda, harmoni antaretnis dan antarumat beragama merupakan fondasi esensial dalam menjaga stabilitas sosial di Makassar. Keberagaman adalah kekuatan yang harus dijaga dan dirawat bersama demi kemajuan kota.
Makassar, Rumah Besar Keberagaman dan Toleransi
Melinda Aksa Munafri menyebut Makassar sebagai “rumah besar” bagi semua warganya. Keberagaman adalah kekuatan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Kebersamaan malam itu mencerminkan semangat persatuan yang menjadi modal utama pembangunan.
Ia menambahkan bahwa Makassar tumbuh sebagai kota yang terbuka dan inklusif. Hal ini karena warganya mampu merawat nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan kebudayaan seperti Imlek menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi dan saling pengertian. Ini penting untuk menjaga kerukunan antarwarga.
Kontribusi Masyarakat Tionghoa dalam Pembangunan Kota
Melinda Aksa Munafri juga memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Tionghoa. Ia menghargai kontribusi mereka dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Peran aktif masyarakat Tionghoa terlihat dalam sektor perdagangan, UMKM, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Kontribusi ini telah memberikan dampak positif bagi dinamika pembangunan kota.
Acara perayaan diisi dengan pertunjukan seni budaya, doa bersama, serta ramah tamah antarundangan. Interaksi yang terjalin mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
Imlek sebagai Energi Baru untuk Kolaborasi Sosial
Momentum Imlek, lanjut Melinda, harus dimaknai sebagai energi baru. Ini untuk memperkuat solidaritas sosial di seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun kolaborasi. Tujuannya adalah mewujudkan Makassar yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Perayaan yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi simbol kebersamaan warga Kota Makassar dalam merawat persatuan. Semangat yang tumbuh dari keberagaman diharapkan terus menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan kota ke depan.
Sumber: AntaraNews