Malam Tasyakuran Bintang Jasa Nararya: Atlet Difabel Indonesia Rayakan Dedikasi Senny Marbun
Yang membuat acara ini istimewa, seluruh penyelenggaraan dilakukan mandiri oleh para atlet dengan sistem gotong royong.
Sebanyak 500 lebih atlet disabilitas dari 35 provinsi hadir di Kusuma Sahid Prince Hotel, Solo, dalam sebuah malam penuh rasa syukur dan haru. Mereka menyelenggarakan Malam Tasyakuran Bintang Jasa Nararya untuk Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, yang baru saja menerima penghargaan kehormatan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Yang membuat acara ini istimewa, seluruh penyelenggaraan dilakukan mandiri oleh para atlet dengan sistem gotong royong. Tanpa sponsor, tanpa intervensi pihak luar, acara ini sepenuhnya dibiayai dari urunan swadaya atlet sebagai ungkapan cinta dan terima kasih atas dedikasi Senny memimpin NPC Indonesia selama 22 tahun.
Momen Haru dan Puncak Kebersamaan
Malam tasyakuran menampilkan testimoni para atlet, suguhan budaya, dan kilas balik perjalanan NPC Indonesia. Puncak acara yang paling menggetarkan adalah saat 100 foto atlet difabel ditampilkan di layar LED hingga membentuk mozaik wajah Senny Marbun. Simbol itu menggambarkan persatuan seluruh anak bangsa yang pernah beliau bina, membuat seisi ruangan terharu.
"Pak Senny bukan hanya ketua umum bagi kami, beliau adalah bapak yang mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Acara ini murni dari hati kami," ujar Muhammad Fadli Imammudin, Ketua Panitia sekaligus atlet para-cycling nasional.
"Penghargaan Bintang Jasa Nararya untuk Pak Senny adalah kado terindah bagi keluarga besar difabel Indonesia. Panggung kesetaraan dan prestasi yang kami torehkan selama ini adalah buah dedikasi seumur hidup beliau," kata Wakil Ketua Panitia, Ni Nengah Widiasih.
Sementara itu, dalam sambutannya, Senny tak kuasa menahan haru. Ia menyebut penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan dari dari negara. "Bintang Jasa Nararya ini bukan untuk saya pribadi, tetapi milik kita bersama. Ini adalah pengakuan negara bahwa keterbatasan fisik tidak pernah membatasi cakrawala prestasi," ujarnya.
Ia menegaskan penghargaan ini adalah refleksi perjuangan kolektif seluruh atlet difabel, pelatih, dan pengurus yang telah berjuang mengibarkan Merah Putih di berbagai ajang dunia.
Warisan 22 Tahun Kepemimpinan:
Di bawah kepemimpinan Senny sejak 2003, NPC Indonesia mencatat transformasi monumental:
Hattrick Juara Umum ASEAN Para Games (2017, 2022, 2023).
Prestasi Asian Para Games (peringkat 5 di 2018 Jakarta, peringkat 6 di 2022 Hangzhou).
Rekor sejarah di Paralympic Games (14 medali di Paris 2024, termasuk emas).
Kesetaraan bonus dan penghargaan untuk atlet disabilitas.
Pembangunan Paralympic Training Center di Karanganyar, pertama di Asia Tenggara.
Pengangkatan 193 atlet difabel menjadi PNS (2022), memberi jaminan masa depan.
Momentum Kebersamaan dan Harapan Masa Depan