Ledakan Gas di Pujasera Cisauk Lukai 4 Orang, Ini Kronologi Lengkapnya
Empat korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan antara 10 hingga 30 persen.
Insiden ledakan gas LPG terjadi di pusat jajanan serba ada (pujasera) Pasar Intermoda Cisauk, Kabupaten Tangerang, Senin (16/6). Ledakan tersebut berasal dari salah satu kedai makan dan menyebabkan empat orang terluka akibat tersambar kilatan api. Seluruh korban kini mendapat perawatan intensif di RS Selaras Cisauk.
“Benar ada ledakan akibat kebocoran gas yang diduga berasal dari tabung gas 12 kilogram,” kata Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsa.
Empat korban luka terdiri dari dua petugas keamanan pasar dan dua penjaga kedai. Mereka mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan antara 10 hingga 30 persen.
“Didin Wahyudin komandan regu dari Satpam pasar itu luka bakar sampai 30 persen, Ikang Wahyudi (satpam), Karno karyawan Bakmi Medan, Hendra karyawan Bi Tuku semua itu kena luka bakar dari kilatan api, lukanya antara 10 sampai 30 persen. Sekarang dalam perawatan rumah sakit Selaras Cisauk,” jelas Dhady.
Kronologi Ledakan
Menurut keterangan saksi dan pihak kepolisian, kejadian berawal saat komandan regu satpam, Didin Wahyudin, mencium bau gas bocor saat patroli. Ia kemudian menghubungi penjaga kedai sumber bau tersebut. Saat penjaga datang, mereka menyalakan mesin penghisap udara dengan harapan bau gas menghilang.
“Harapannya mungkin agar bau gas itu hilang, namun kenyataannya malah terjadi percikan api dan menyambar dan melukai 3 orang yang saat itu berada di kedai dan satu orang penjaga di kedai Bakmi Medan Kebon Jahe,” ujarnya.
Salah satu pedagang di pasar, Arief Rahman, mengaku ledakan cukup mengejutkan meskipun saat itu belum banyak pengunjung.
“Suara ledakan cukup kuat, sempat pada panik tapi memang waktu kejadian tadi masih sepi,” ungkapnya.
Akibat kejadian ini, Polsek Cisauk telah memasang garis polisi dan menutup sementara empat gerai makanan siap saji: Bakut Mumu, Bakmi Medan Kebon Jahe, Nasi Campur Mentari, dan Bi Tuku. Area yang terdampak ditutup dengan terpal, sementara sejumlah polisi berpakaian preman berjaga di lokasi.
Meski demikian, aktivitas perniagaan di pujasera tetap berjalan normal. Hanya empat kedai di sekitar lokasi ledakan yang sementara libur berjualan hingga proses penyelidikan selesai.