Kunto Aji Ngabuburead: Pelukan Emosional Melalui Nada di Perpustakaan Jakarta
Kunto Aji hadir dalam "Ngabuburead" di Perpustakaan Jakarta, Cikini, memberikan "pelukan emosional" melalui lagu-lagu hitsnya. Simak momen intim dan pesan inspiratif dari Kunto Aji Ngabuburead yang menghangatkan suasana menjelang buka puasa.
Penyanyi Kunto Aji sukses menghadirkan suasana hangat dan intim dalam gelaran "Senandung Aksara" sebagai bagian dari rangkaian "Ngabuburead 2026" di Perpustakaan Jakarta, Cikini, pada Jumat (6/3) sore. Acara ini menjadi pilihan menarik bagi masyarakat untuk menikmati waktu sore menjelang berbuka puasa dengan cara yang bermakna. Kunto Aji membawakan sederet lagu populernya yang mampu menyentuh hati para penonton yang hadir.
Kegiatan "Ngabuburead" sendiri merupakan program literasi Ramadhan yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Tujuannya adalah mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan beragam aktivitas positif, mulai dari diskusi buku, lokakarya literasi, hingga pertunjukan seni dan sastra. Kehadiran Kunto Aji memberikan dimensi baru pada acara ini, mengubahnya menjadi ruang perenungan kolektif.
Pertunjukan yang dibalut dalam format pentas sastra dan musik ini menggabungkan pembacaan puisi, musikalisasi puisi, serta penampilan musikal yang bersifat reflektif. "Senandung Aksara" edisi kali ini menghadirkan berbagai kolaborasi komunitas dan seniman, dengan Kunto Aji sebagai bintang tamu utama yang dinantikan banyak penggemar.
Kunto Aji Hangatkan Suasana Ngabuburead dengan Lagu dan Interaksi Intim
Mengenakan atasan putih dan celana denim biru muda, Kunto Aji membuka "konser mini" sore itu dengan lagu "Jakarta Jakarta", yang mengisahkan perjuangan meraih mimpi di Ibu Kota. Setelah lagu pembuka, ia menyapa penonton dan secara akrab bertanya tentang perasaan stres atau kecemasan yang mungkin dialami. Interaksi ini langsung menciptakan kedekatan antara sang musisi dan para penggemarnya.
Lagu-lagu populer seperti "Konon Katanya", "Mercusuar", dan "Saudade" kemudian mengalir, membuat penonton ikut larut bernyanyi bersama. Kunto Aji mengakui tantangan besar menyanyi di pukul 17.00 saat Ramadhan, bahkan sempat bercanda tentang jaraknya dengan penonton. "Untung kita tidak terlalu dekat ya karena kalau terlalu dekat kalian bisa mencium bau-bau. Tantangan besar menyanyi jelang buka puasa, jam 17.00. Semoga menjadi pahala untuk kita semua," ujarnya sambil tertawa.
Suasana semakin semarak dengan candaan Kunto Aji tentang burger jadul lezat yang dijual di dekat TIM, memancing tawa penonton di waktu krusial menjelang buka puasa. Ia juga berbagi kabar gembira mengenai karya barunya yang diharapkan rampung tahun ini. "Teman-teman saya minta doanya, mumpung lagi bulan puasa. Saya sedang mengerjakan materi baru. Semoga bisa selesai tahun ini dan bisa dinikmati teman-teman semua," ungkapnya, disambut amin oleh para hadirin.
Momen Tak Terlupakan dan Pesan Inspiratif Kunto Aji
Setelah sesi bincang-bincang, lagu "Pilu Membiru" mulai mengalun. Namun, di tengah bagian klimaks, listrik padam, menghentikan musik dan mematikan mikrofon. Kunto Aji dengan sigap mengubah momen tersebut menjadi sesi doa bersama, memanjatkan harapan untuk rezeki berkah, pekerjaan baik, kelulusan kuliah, hingga jodoh.
Setelah listrik kembali normal, ia melanjutkan "Pilu Membiru", diikuti dengan "Rehat" yang dipersembahkan khusus bagi mereka yang merasa lelah. Kunto Aji kemudian memilih duduk di salah satu anak tangga, lebih dekat dengan penonton, dan berbagi kisah tentang lagu yang sering ia dengarkan saat melewati masa sulit. Ia berbicara tentang pentingnya memaafkan, termasuk memaafkan diri sendiri, meskipun terkadang sulit.
Lagu "Jernih" dan "Rima Raga" pun mengalun, melanjutkan suasana reflektif. Menutup penampilannya, Kunto Aji mengucapkan terima kasih atas momen indah dan nyaman yang tercipta. Ia berharap semakin banyak tempat yang menyediakan acara serupa dan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda, terus meningkat. "Semoga bangsa kita bisa melewati masa-masa sulitnya. Terima kasih, saya Kunto Aji," katanya sebelum membawakan lagu penutup, "2025 Masih Asik Sendiri", yang didedikasikan untuk para lajang.
Ngabuburead 2026: Wadah Literasi dan Ekspresi Seni
Kegiatan "Senandung Aksara" dalam rangkaian "Ngabuburead 2026" dirancang sebagai ruang perenungan kolektif yang mengajak masyarakat untuk menyimak, merasakan, dan memaknai pengalaman hidup. Melalui perpaduan kata dan nada, acara ini menjadikan perpustakaan sebagai titik temu gagasan, ekspresi seni, dan kebersamaan. Ini adalah upaya untuk memperkaya pengalaman Ramadhan dengan cara yang bermakna.
Edisi "Senara" kali ini menampilkan berbagai kolaborasi menarik, termasuk dramatisasi dan musikalisasi puisi oleh Orkes Darah Muda (SMAN 83 Jakarta) dan Sun Community, serta penampilan dari Lunar (LNR). Ragam penampilan ini menunjukkan komitmen penyelenggara untuk menyajikan konten literasi yang variatif dan menarik bagi berbagai kalangan.
Kunto Aji secara khusus menyampaikan harapannya agar minat baca masyarakat, terutama generasi muda, semakin meningkat. Ia menekankan bahwa Indonesia membutuhkan generasi muda yang gemar membaca untuk menghadapi masa depan. Pesan ini selaras dengan misi "Ngabuburead" yang berupaya mempromosikan literasi di tengah masyarakat.
Sumber: AntaraNews