Ken Swagumilang Raih Emas Perdana Panahan di APG 2025 Thailand Berkat Tampil Lepas
Atlet para panahan Indonesia, Ken Swagumilang, berhasil menyabet medali emas perdana di ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand setelah tampil lepas dan fokus pada sasaran, membuat pembaca penasaran akan strateginya.
Atlet para panahan Indonesia, Ken Swagumilang, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas pertama pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 di Thailand. Kemenangan ini didapatkan dalam nomor individual compound open men's yang berlangsung sengit.
Ken Swagumilang mengalahkan wakil tuan rumah Thailand, Comsan Singpirom, di Mook Stadium Field, Nakhon Ratchasima, pada Sabtu siang. Keberhasilan ini menjadi pembuka manis bagi kontingen Indonesia di APG 2025.
Pencapaian luar biasa ini diraih Ken berkat strategi tampil lepas dan fokus penuh pada sasaran, tanpa membebani diri dengan target berlebihan. Pendekatan mental ini terbukti efektif mengantarkannya ke podium juara.
Strategi Mental dan Kemenangan Dramatis Ken Swagumilang
Ken Swagumilang mengungkapkan kunci kemenangannya adalah fokus total pada sasaran dan tidak memikirkan hal lain saat bertanding. Ia menyadari bahwa hasil dalam panahan sulit diprediksi, terutama karena faktor angin yang bisa memengaruhi.
Dalam pertandingan final yang menegangkan, atlet asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini membukukan total nilai 144 dari lima seri (29, 29, 28, 30, 28). Angka tersebut berhasil mengungguli perolehan Comsan Singpirom yang mengoleksi 142 poin (29, 28, 28, 28, 29).
Meskipun sempat merasa gugup menjelang pertandingan, arahan pelatih berperan penting dalam membantu Ken mengendalikan emosinya. Setelah anak panah pertama dilepaskan, ia memilih untuk menikmati setiap seri dengan pendekatan yang tenang.
Persiapan Sederhana dan Target Masa Depan Ken Swagumilang
Ken Swagumilang menceritakan persiapan sederhana yang menjadi bagian dari ketenangannya sebelum bertanding. Malam sebelum final, ia hanya menjalani rutinitas biasa seperti bermain gim, menggunakan telepon genggam, serta menunaikan ibadah salat Magrib dan Isya.
Rutinitas santai ini membuatnya merasa lebih rileks dan siap menghadapi pertandingan penentuan tanpa terbebani target emas. Pendekatan ini menunjukkan kematangan mental Ken dalam menghadapi tekanan kompetisi tingkat internasional.
Pemuda berusia 28 tahun ini menjadikan medali emas APG 2025 sebagai pencapaian penting dan modal kepercayaan diri. Ia kini membidik target jangka panjang, termasuk tampil di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, kejuaraan dunia, hingga Paralimpiade Los Angeles 2028.
Dukungan penuh dari keluarga, terutama orang tua, menjadi faktor krusial dalam perjalanan karier Ken Swagumilang. Sejak awal menekuni panahan, ia mendapatkan dukungan penuh, termasuk penyediaan peralatan dan relokasi domisili dari Sidoarjo ke Malang saat menempuh pendidikan pada 2015.
Langkah tersebut kemudian membawanya bergabung dengan program pembinaan para panahan dan berkembang menjadi atlet nasional. Perjalanan ini menunjukkan pentingnya dukungan ekosistem bagi pengembangan atlet disabilitas.
Sumber: AntaraNews