Kebakaran di Masjid Istiqlal Dipicu Ruang Server CCTV, Api Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban Jiwa
Beruntung, api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran (damkar) yang sigap melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Kebakaran terjadi di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Rabu (18/2) malam. Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan warga dan pengunjung di sekitar lokasi. Beruntung, api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran (damkar) yang sigap melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Berdasarkan data dari Command Center, proses pemadaman api sepenuhnya selesai pada pukul 20.37 WIB dengan status hijau atau aman.
Sebelumnya, petugas tiba dilokasi sekitar pukul 20.16 WIB dan langsung mulai operasi pukul 20.17 WIB. Petugas mengerahkan sembilan mobil pemadam kebakaran dengan total 36 personel ke lokasi, yang berada di Jl. Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Proses pendinginan pukul 20.30 WIB
Api berhasil dilokalisir pada pukul 20.25 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan pukul 20.30 WIB.
Tidak ada korban dalam tragedi kebakaran ini. Hingga saat ini, proses kebakaran masih dalam tahap penyedilikan.
Berasal dari Ruang CCTV
Kebakaran di Masjid Istiqlal ini diketahui berasal dari ruang server CCTV. Petugas Pemadam Kebakaran Unit Pos Istiqlal, Muhammad Ramdan, mengatakan laporan kebakaran diterima setelah petugas keamanan masjid mendatangi pos pemadam yang berada di lingkungan Masjid Istiqlal.
“Tadi pihak security dari Masjid Istiqlal datang ke pos kita, menginformasikan bahwa ada terjadi kebakaran di ruang CCTV, sekitar 20.40 WIB,” ujar Ramdan di lokasi.
Saat petugas tiba di lokasi, ruangan server CCTV tersebut sudah dipenuhi asap tebal dan masih terdapat satu titik api yang menyala di bagian bawah. Kondisi itu mengharuskan petugas menggunakan alat pelindung diri lengkap serta alat bantu pernapasan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA).
“Ketika kita datang sudah dipenuhi dengan asap, namun masih ada satu titik api di bawah masih menyala. Kita tidak bisa masuk tanpa alat pernapasan, makanya pakai SCBA,” katanya