Kapolda Metro Jaya Temui Pramono di Balai Kota, Bahas Persija vs Persib?
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menjelang pertandingan antara Persija dan Persib.
Pada Selasa, 5 Mei 2026, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengunjungi Balai Kota DKI Jakarta. Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk mengadakan pertemuan tertutup. Asep tiba di Balai Kota sekitar pukul 13.04 WIB dan pertemuan tersebut berakhir sekitar pukul 13.32 WIB. Setelah pertemuan, Asep diantar oleh Pramono ke pendopo Balai Kota sebelum kembali ke mobilnya dan meninggalkan lokasi.
Setelah meninggalkan Balai Kota, Asep tidak memberikan keterangan kepada awak media, begitu pula dengan Pramono yang memilih untuk tidak menjawab pertanyaan mengenai persiapan laga antara Persija dan Persib yang dijadwalkan pada Minggu, 10 Mei 2026. Saat ditanya mengenai persiapan tiket dan pengamanan pertandingan, Pramono hanya menjawab dengan berseloroh, "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh."
Meskipun pertemuan telah berlangsung, belum ada kepastian mengenai penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk laga tersebut.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, menyatakan bahwa urusan tiket pertandingan adalah kewenangan Persija. Menurutnya, venue pertandingan akan berlangsung di SUGBK.
"Infonya begitu (tanding di GBK), masalah tiket kewenangan Persija," ungkap Andri. Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hanya berwenang dalam hal pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
"Segi pengamanan saja dan pengaturan lalu lintas," jelasnya.
Tanggapan PSSI
PSSI akhirnya memberikan tanggapan terkait rencana pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Federasi sepak bola Indonesia ini memberikan izin untuk menggelar laga klasik yang sarat dengan rivalitas tersebut di Senayan.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan bahwa pertandingan antara Persija dan Persib yang dijadwalkan pada 10 Mei 2026 dapat dilaksanakan di Stadion Utama GBK. Hal ini disebabkan oleh adanya jarak waktu yang cukup panjang antara pertandingan tersebut dengan laga Timnas Indonesia pada FIFA Matchday yang akan berlangsung di bulan Juni 2026.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan bertanding melawan Oman pada 5 Juni 2026 di Jakarta. Yunus Nusi menjelaskan, "Karena rentan waktu yang lama antara tanggal 10 Mei pelaksanaan pertandingan Persija dan Persib dengan waktu sampai bulan Juni kan waktunya agak lama. Bagi PSSI silahkan gak ada masalah lapangan tersebut untuk digunakan pada pertandingan-pertandingan liga."
Dengan pernyataan ini, PSSI memberikan lampu hijau untuk penggunaan Stadion Utama GBK sebagai venue pertandingan. Sebelumnya, terdapat ketidakpastian mengenai lokasi pertandingan Persija dan Persib, karena panitia pelaksana tuan rumah menghadapi kendala izin dari Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK).
Ketua Panpel Persija, Ferry Indrasjarief, mengungkapkan bahwa mereka terancam tidak dapat menggunakan Stadion Utama GBK karena PSSI meminta agar dilakukan pergantian rumput sebagai persiapan untuk Timnas Indonesia. Namun, dengan keputusan PSSI untuk mengizinkan penggunaan stadion tersebut, harapan untuk menggelar pertandingan klasik ini di venue bersejarah semakin terbuka. Keputusan ini tentunya disambut baik oleh para penggemar kedua tim yang sudah menantikan laga ini dengan penuh antusiasme.
Venue Masih Tanda Tanya
Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK) akhirnya memberikan tanggapan mengenai rencana pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Penjelasan dari pihak pengelola ini sangat penting mengingat hingga saat ini mereka belum menandatangani surat izin yang diperlukan. Venue untuk pertandingan ini masih menjadi tanda tanya besar, mengingat laga yang sarat dengan rivalitas ini tinggal lima hari lagi tanpa kepastian lokasi yang jelas.
Menurut jadwal yang telah ditentukan, pertandingan antara Persija dan Persib dijadwalkan akan berlangsung di Jakarta pada Minggu (10/5). Awalnya, laga ini direncanakan diadakan di Jakarta International Stadium, tetapi panitia pelaksana pertandingan tengah berusaha agar pertandingan tersebut dapat digelar di Stadion Utama GBK.
Pelaksanaan duel ini dilaporkan sudah hampir selesai, dengan dukungan dari pihak kepolisian dan PSSI yang telah memberikan izin agar laga tersebut dapat dilaksanakan. Namun, hingga saat ini, pihak pengelola masih belum memberikan persetujuan resmi dan menandatangani surat keputusan yang diperlukan.
Rakhmadi Afif Kusumo, Direktur Utama PPK-GBK, menjelaskan bahwa mereka sangat terbuka untuk menyelenggarakan pertandingan tersebut di SUGBK. Namun, keputusan final baru bisa diambil setelah dilakukannya rapat koordinasi (rakor) antara pengelola, pihak kepolisian, Pemerintah Provinsi Jakarta, serta stakeholder terkait.
"Gelora Bung Karno pada prinsipnya terbuka untuk penyelenggaraan pertandingan sepak bola, termasuk kegiatan berskala besar lainnya," kata Rakhmadi dalam keterangannya, yang dipetik pada Selasa (5/5/2026).
Dia menambahkan, saat ini GBK sedang menunggu hasil dari koordinasi pengamanan wilayah yang melibatkan Gubernur, pihak kepolisian, dan pihak-pihak terkait lainnya pada hari ini. Rapat koordinasi ini sangat penting bagi PPK-GBK dalam menentukan keputusan terkait duel Persija vs Persib. Rakhmadi Afif menyatakan bahwa hasil dari rakor tersebut akan menjadi acuan untuk memastikan bahwa semua aspek berjalan dengan baik.
"Hasil koordinasi tersebut menjadi rujukan penting untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan pertandingan, baik dari sisi pengamanan, operasional kawasan, maupun kenyamanan publik," tuturnya.
"GBK akan terus berkoordinasi secara konstruktif dengan seluruh pihak terkait agar pertandingan dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi pemain, penonton, suporter, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan GBK," sambung dia.