Jessica Pegula Terus Berjuang di Charleston Open, Lolos ke Perempat Final Lewat Tiga Set Dramatis
Unggulan teratas Jessica Pegula kembali menunjukkan ketangguhannya di Charleston Open, harus melewati pertarungan tiga set sengit untuk mengamankan tempat di perempat final dan mempertahankan asa gelarnya.
Jessica Pegula, unggulan teratas di Charleston Open, berhasil melaju ke babak perempat final setelah melewati pertandingan tiga set yang menegangkan pada Jumat WIB. Petenis Amerika ini menunjukkan daya juang luar biasa untuk mempertahankan asa gelarnya di turnamen WTA 500 tersebut. Kemenangan ini menandai perjuangan kedua berturut-turut Pegula yang harus bermain lebih dari dua set.
Dalam laga babak ketiga, Pegula menaklukkan Elisabetta Cocciaretto dengan skor 1-6, 6-1, 7-6(1) setelah berjuang selama 2 jam 5 menit. Pertandingan ini berlangsung sengit, dengan Pegula bahkan sempat tertinggal 4-1 di set penentu sebelum akhirnya bangkit. Keberhasilan ini menunjukkan mentalitas juara yang kuat dari Pegula di turnamen penting ini.
Kemenangan ini menjadi bukti ketahanan Pegula setelah sehari sebelumnya juga menghadapi pertarungan maraton 3 jam 10 menit melawan Yulia Putintseva. Selanjutnya, Pegula akan menghadapi unggulan ketujuh Diana Shnaider dalam upaya memperebutkan tiket ke semifinal Charleston Open.
Pertarungan Sengit Melawan Cocciaretto
Pegula mengakui bahwa pertandingan melawan Cocciaretto merupakan tantangan besar, terutama karena lawannya bermain sangat baik. "Itu sebuah tantangan, dia bermain sangat bagus," kata Pegula usai pertandingan, dikutip dari WTA. Petenis Italia tersebut sebelumnya pernah mengalahkan Pegula, menambah tekanan mental pada pertandingan kali ini.
Meskipun demikian, Pegula berhasil menjaga ketenangan dan fokus pada strateginya. "Dia mengalahkan saya terakhir kali kami bermain, jadi ada sedikit faktor mental juga, tetapi pada akhirnya saya mampu melakukan servis dengan sangat baik. Dan kemudian saya hanya menjaga ketenangan saya," ungkap Pegula. Konsistensi servis menjadi kunci penting baginya untuk membalikkan keadaan dalam pertandingan Charleston Open ini.
Petenis Amerika itu juga menemukan pola permainan yang efektif, terutama dengan pukulan backhand-nya. "Saya menemukan beberapa pola yang bagus, saya memukul backhand saya dengan cukup baik, dan saya hanya ingin tetap pada apa yang terasa baik saat itu," ujar Pegula. Pukulan backhand menyusuri garis menjadi senjata ampuh yang menyelamatkannya di momen krusial, membantunya mengatasi perlawanan Cocciaretto.
Menanti Tantangan Diana Shnaider
Setelah melewati hadangan Cocciaretto, Jessica Pegula kini bersiap menghadapi unggulan No. 7, Diana Shnaider, di babak perempat final Charleston Open. Shnaider sendiri melaju setelah mengalahkan unggulan No. 9 Leylah Fernandez dengan skor telak 6-3, 6-0 dalam waktu 1 jam 25 menit. Meskipun skornya tampak dominan, pertandingan Shnaider melawan Fernandez sebenarnya lebih ketat dari yang terlihat.
Hampir setiap gim di set kedua pertandingan Shnaider melawan Fernandez berakhir dengan skor minimal 30-30, menunjukkan intensitas pertarungan yang tinggi. Pertemuan antara Pegula dan Shnaider diprediksi akan menjadi salah satu laga menarik di Charleston Open, mengingat performa kedua petenis.
Pegula memiliki rekor head-to-head yang unggul 2-0 melawan Shnaider. Ia pernah mengalahkan Shnaider di semifinal Toronto 2024 dan juga pada babak keempat US Open. Rekor positif ini bisa menjadi modal kepercayaan diri bagi Pegula menjelang pertandingan perempat final yang krusial di Charleston Open.
Ketenangan di Momen Kritis
Pada babak ketiga WTA 500 Charleston, khususnya di set penentu, Jessica Pegula menunjukkan ketenangan luar biasa meskipun tingkat keberhasilan servis pertamanya sempat berfluktuasi di awal set. Namun, ia berhasil mempertahankan level servisnya yang tinggi, dengan tingkat keberhasilan 71 persen dari servis pertamanya saat pertandingan mendekati akhir.
Sementara Pegula tetap tenang, level permainan Cocciaretto justru mulai berfluktuasi seiring dengan mendekatnya akhir pertandingan. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Pegula untuk mengambil alih momentum. "Saya hanya perlu fokus untuk menemukan temperamen itu, menemukan pola pikir pemecahan masalah," ujar Pegula, menyoroti pentingnya menjaga fokus mental di Charleston Open.
Meskipun Cocciaretto memainkan gim terbaiknya di set ketiga untuk menahan break point dan mempertahankan servisnya hingga skor 6-5, Pegula tidak gentar. Ia berhasil mempertahankan servisnya tanpa kehilangan poin, selanjutnya pada tie-break Cocciaretto melakukan banyak kesalahan, membuka jalan bagi kemenangan Pegula yang dramatis di Charleston Open.
Sumber: AntaraNews