Harwan Jasa Raharja Paparkan Peran Compliance dan Ethics untuk Keberlanjutan Organisasi di UGM
Pendekatan ini diperkuat melalui pengelolaan risiko yang terukur serta pembangunan budaya perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas.
Penerapan compliance dan ethics yang terintegrasi menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta mendorong keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan, dalam kuliah tamu mata kuliah Business Ethics for Sustainability untuk kelas MBA/IMBA Angkatan 87 di Program Studi Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM), yang digelar di Faculty Meeting Room (FMR) Kampus Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Dalam pemaparannya, Harwan menegaskan bahwa penerapan prinsip etika bisnis dan kepatuhan tidak hanya sebatas memenuhi aspek regulatif, tetapi harus terintegrasi dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan di seluruh lini organisasi. Pendekatan ini diperkuat melalui pengelolaan risiko yang terukur serta pembangunan budaya perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas.
"Kepatuhan terhadap regulasi yang dijalankan dengan penuh amanah, disertai strategi manajemen yang tepat, tidak hanya memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik sebagai aset utama perusahaan," ujarnya dikutip Senin (6/4).
Lebih lanjut, Harwan menekankan bahwa bagi perusahaan di sektor layanan publik, keseimbangan antara kepatuhan, etika, dan kinerja menjadi kunci dalam menghadirkan layanan berkelanjutan. "Selain itu juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat," tambahnya.
Ia juga memaparkan bahwa PT Jasa Raharja menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC), tidak hanya sebagai pemenuhan aturan, tetapi sebagai kompas moral dalam setiap pengambilan keputusan. Implementasi tersebut diwujudkan melalui penerapan Code of Conduct, penguatan budaya integritas dengan prinsip zero tolerance to fraud, serta integrasi etika dalam proses bisnis, layanan, dan pengelolaan risiko.
Pendekatan ini turut didukung oleh sistem digital seperti ekosistem GRC dan JRCare yang menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kecepatan layanan kepada masyarakat. Sebagai perusahaan yang mengemban amanah publik, Jasa Raharja memastikan pengelolaan dana dan pelayanan santunan dilakukan secara adil, inklusif, dan bertanggung jawab guna membangun kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan layanan jangka panjang.
Hal ini tercermin dari kinerja keuangan perusahaan yang tetap solid, termasuk saat menghadapi pandemi Covid-19, serta berbagai penghargaan di tingkat nasional dan internasional.
Sementara itu, Direktur MBA FEB UGM, Amin Wibowo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Harwan dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran praktisi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung terkait implementasi etika bisnis di dunia industri.
"Terima kasih atas perkenan Bapak Harwan hadir dan mengisi kelas kali ini, menjadi bekal penting bagi Mahasiswa UGM karena berkesempatan untuk bertemu dalam satu forum Business Ethics for Sustainability, di mana mahasiswa dapat belajar secara langsung dari praktik yang dilakukan oleh Jasa Raharja," ujarnya.
Nilai Tambah
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran di MBA FEB UGM. Program MBA tidak hanya membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual, tetapi juga menghadirkan perspektif praktik nyata melalui kehadiran profesional sebagai guest lecturer.
Hadir Guru Besar FEB UGM
Kegiatan kuliah tamu ini dimoderatori oleh dosen FEB UGM, Wuri Handayani, dan diikuti oleh 57 peserta. Turut hadir Guru Besar FEB UGM, Prof. Eko Suwardi. Acara berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa melalui berbagai pertanyaan dan diskusi kritis terkait isu etika bisnis dan keberlanjutan, baik dari sisi konseptual maupun praktik di lapangan.