H-1 Lebaran: One Way Tol Cipali Dihentikan, Jalur Kembali Normal Dua Arah
Rekayasa lalu lintas one way di ruas Tol Cipali resmi dihentikan pada H-1 Lebaran, membuat jalur kembali normal dua arah. Simak detail penghentian one way dan contraflow di Tol Jakarta-Cikampek.
Rekayasa lalu lintas satu arah atau one way di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) resmi dihentikan pada Jumat siang, bertepatan dengan H-1 Lebaran tahun ini. Keputusan ini mengembalikan penggunaan jalur di Tol Cipali menjadi normal dua arah. Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi volume kendaraan yang terpantau lebih terkendali di jalur mudik utama.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengonfirmasi penghentian rekayasa lalu lintas nasional tersebut. Penghentian one way ini berlaku untuk ruas Tol Cipali dari KM 72 hingga KM 188. Dengan demikian, kendaraan dari arah Cirebon menuju Jakarta maupun sebaliknya kini dapat melintas secara normal.
Tidak hanya di Tol Cipali, rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek juga resmi dihentikan pada hari yang sama. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengumumkan penghentian contraflow dari KM 36 sampai KM 70. Normalisasi jalur ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik menjelang perayaan Idulfitri.
Penghentian One Way di Tol Cipali Menjelang Lebaran
Penghentian rekayasa lalu lintas one way di Tol Cipali dilakukan pada Jumat, 20 Maret 2026, pukul 14.22 WIB. Kebijakan ini menandai berakhirnya skema satu arah yang diterapkan selama puncak arus mudik Lebaran. Astra Tol Cipali memastikan bahwa seluruh ruas jalan kini dapat diakses secara normal oleh pengguna jalan.
Ardam Rafif Trisilo dari Astra Tol Cipali menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh. Evaluasi tersebut mempertimbangkan data volume kendaraan yang melintas di Tol Cipali. Saat ini, pengguna jalan dapat kembali menggunakan jalur dari dan menuju Cirebon secara dua arah.
Berdasarkan data periode pukul 00.00 WIB hingga 15.00 WIB pada hari penghentian, tercatat sekitar 22 ribu kendaraan melintasi Tol Cipali menuju Cirebon. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 68,4 persen dibandingkan hari sebelumnya. Rata-rata kendaraan per jam juga menurun menjadi sekitar 1.400 unit.
Penurunan volume kendaraan ini menjadi indikator utama keberhasilan rekayasa lalu lintas sebelumnya. Astra Tol Cipali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap waspada dan mematuhi rambu lalu lintas. Persiapan kondisi fisik dan kendaraan yang prima sangat penting sebelum memulai perjalanan mudik.
Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Juga Dinormalisasi
Selain penghentian one way Tol Cipali, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) juga mengumumkan normalisasi lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek. Rekayasa lalu lintas contraflow yang sebelumnya diberlakukan situasional dari KM 36 hingga KM 70 kini resmi dihentikan. Keputusan ini diambil atas diskresi dari pihak kepolisian.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan alasan di balik penghentian contraflow. Menurutnya, perkembangan volume kendaraan di lapangan telah menunjukkan kondisi yang lebih terkendali. Hal ini memungkinkan jalur kembali berfungsi normal di kedua arah.
Ria menambahkan bahwa skema buka-tutup contraflow telah diterapkan secara situasional sejak 17 Maret 2026. Puncak volume kendaraan di ruas ini terjadi pada 18 Maret 2026. Namun, pada 19 Maret 2026 shift 3 hingga 20 Maret 2026, volume lalu lintas terpantau cukup terkendali.
Normalisasi ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna jalan yang melintas. JTT terus memantau kondisi lalu lintas secara real-time untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Pengguna jalan diimbau untuk selalu memperbarui informasi lalu lintas terkini.
Sumber: AntaraNews