Warga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango di TPA Galuga, Bogor, Kamis (06/22/2025). Kementerian Lingkungan Hidup meminta seluruh TPA yang masih menggunakan sistem open dumping di wilayah Jabodetabek untuk segera melakukan capping atau penutupan tumpukan sampah guna mencegah pencemaran lingkungan dan penyebaran mikroplastik. (merdeka.com/ arie basuki)
ADVERTISEMENT
Warga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Salak dan Gunung Gede-Pangrango di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, Kamis (06/11/2025). Pemandangan ini menjadi simbol nyata darurat pengelolaan sampah di wilayah Jabodetabek.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan, seluruh TPA yang masih menggunakan sistem open dumping harus segera melakukan capping atau penutupan tumpukan sampah. Langkah ini penting untuk mencegah pencemaran lingkungan, terutama penyebaran mikroplastik yang semakin mengkhawatirkan.
Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan strategis melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan. Aturan ini menekankan pengolahan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan sebagai solusi jangka panjang terhadap timbunan sampah yang mencapai puluhan juta ton per tahun.
Namun, keberadaan TPA Galuga di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, masih menjadi sorotan. Sistem pengelolaan yang digunakan dinilai sudah usang dan tidak lagi relevan. Metode open dumping yang masih diterapkan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, mulai dari pencemaran tanah hingga polusi udara dan air.Kondisi TPA Galuga kini sudah kritis. Kapasitasnya hampir mencapai batas maksimum, sementara seluruh wilayah Bogor Raya masih bergantung pada tempat pembuangan ini. Tanpa inovasi pengelolaan yang lebih modern, risiko pencemaran akan semakin besar.
Sebagai langkah antisipatif, KLHK berupaya menggandeng investor untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah berbasis energi terbarukan. Rencana tersebut mencakup pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik dengan teknologi tepat guna, sehingga tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan sumber daya energi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Warga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Salak dan Gunung Gede-Pangrango di TPA Galuga, Bogor, Kamis (06/22/2025). Kementerian Lingkungan Hidup meminta seluruh TPA yang masih menggunakan sistem open dumping di wilayah Jabodetabek untuk segera melakukan capping atau penutupan tumpukan sampah guna mencegah pencemaran lingkungan dan penyebaran mikroplastik. merdeka.com/ arie basukiWarga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango di TPA Galuga, Bogor, Kamis (06/22/2025). Kementerian Lingkungan Hidup meminta seluruh TPA yang masih menggunakan sistem open dumping di wilayah Jabodetabek untuk segera melakukan capping atau penutupan tumpukan sampah guna mencegah pencemaran lingkungan dan penyebaran mikroplastik. merdeka.com/ arie basukiWarga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang keindahan perbukitan di TPA Galuga, Bogor, Kamis (06/22/2025). Kementerian Lingkungan Hidup meminta seluruh TPA yang masih menggunakan sistem open dumping di wilayah Jabodetabek untuk segera melakukan capping atau penutupan tumpukan sampah guna mencegah pencemaran lingkungan dan penyebaran mikroplastik. merdeka.com/ arie basukiWarga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango di TPA Galuga, Bogor, Kamis (06/22/2025). Kementerian Lingkungan Hidup meminta seluruh TPA yang masih menggunakan sistem open dumping di wilayah Jabodetabek untuk segera melakukan capping atau penutupan tumpukan sampah guna mencegah pencemaran lingkungan dan penyebaran mikroplastik. merdeka.com/ arie basukiWarga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Salak dan Gunung Gede-Pangrango di TPA Galuga, Bogor, Kamis (06/22/2025). Kementerian Lingkungan Hidup meminta seluruh TPA yang masih menggunakan sistem open dumping di wilayah Jabodetabek untuk segera melakukan capping atau penutupan tumpukan sampah guna mencegah pencemaran lingkungan dan penyebaran mikroplastik. merdeka.com/ arie basukiWarga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Salak di TPA Galuga, Bogor, Kamis (06/22/2025). Kementerian Lingkungan Hidup meminta seluruh TPA yang masih menggunakan sistem open dumping di wilayah Jabodetabek untuk segera melakukan capping atau penutupan tumpukan sampah guna mencegah pencemaran lingkungan dan penyebaran mikroplastik. merdeka.com/ arie basukiWarga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang perbukitan di TPA Galuga, Bogor, Kamis (06/22/2025). Kementerian Lingkungan Hidup meminta seluruh TPA yang masih menggunakan sistem open dumping di wilayah Jabodetabek untuk segera melakukan capping atau penutupan tumpukan sampah guna mencegah pencemaran lingkungan dan penyebaran mikroplastik. merdeka.com/ arie basukiWarga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang perbukitan di TPA Galuga, Bogor, Kamis (06/22/2025). Kementerian Lingkungan Hidup meminta seluruh TPA yang masih menggunakan sistem open dumping di wilayah Jabodetabek untuk segera melakukan capping atau penutupan tumpukan sampah guna mencegah pencemaran lingkungan dan penyebaran mikroplastik. merdeka.com/ arie basukiWarga mengumpulkan sampah plastik dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango di TPA Galuga, Bogor, Kamis (06/22/2025). Kementerian Lingkungan Hidup meminta seluruh TPA yang masih menggunakan sistem open dumping di wilayah Jabodetabek untuk segera melakukan capping atau penutupan tumpukan sampah guna mencegah pencemaran lingkungan dan penyebaran mikroplastik. merdeka.com/ arie basuki