Kendaraan melintas pada ruas jalan protokol yang kembali macet di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (Liputan6.com/ Herman Zakharia)
ADVERTISEMENT
Liburan lebaran 2025 telah usai dan warga Jakarta kembali beraktivitas seperti semula. Warga kembali ke rutinitas harian mereka, seperti bekerja dan beraktivitas lainnya. Hal ini menyebabkan lonjakan volume kendaraan di beberapa ruas jalan utama Jakarta. Jalan Gatot Subroto, salah satu jalur padat di ibu kota, menjadi salah satu titik kemacetan parah. Kepadatan kendaraan yang melintas di jalan ini cukup parah, membuat para pengendara harus bersabar.
Kemacetan di Jakarta tidak hanya mempengaruhi waktu perjalanan, tetapi juga kualitas udara. Dilansir dari laman website AQIAIR, pada jam 8.15, kualitas udara di Jakarta menunjukkan angka 152, yang memiliki keterangan tidak sehat.
Kendaraan melintas pada ruas jalan protokol yang kembali macet di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Liputan6.com/ Herman ZakhariaKendaraan melintas pada ruas jalan protokol yang kembali macet di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Liputan6.com/ Herman ZakhariaKendaraan melintas pada ruas jalan protokol yang kembali macet di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Liputan6.com/ Herman ZakhariaKendaraan melintas pada ruas jalan protokol yang kembali macet di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Liputan6.com/ Herman ZakhariaKendaraan melintas pada ruas jalan protokol yang kembali macet di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Liputan6.com/ Herman ZakhariaKendaraan melintas pada ruas jalan protokol yang kembali macet di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Liputan6.com/ Herman Zakharia
Arus Tol Dalam Kota Jakarta mulai ramai pada Kamis malam menjelang libur panjang Isra Mikraj. Peningkatan volume kendaraan ini didominasi warga yang ingin memanfaatkan waktu luang untuk bepergian ke luar kota.
Menanam cabai rawit di kebun gantung agar cepat berbuah ternyata cukup sederhana. Tips untuk memastikan cabai tumbuh subur, lebat, dan siap panen dengan cepat.
Kuba menghadapi krisis energi serius setelah pemerintah mengakui negara itu kehabisan solar dan bahan bakar minyak di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat.