FOTO: Akses Terputus, Warga Kuta Blang Andalkan Penyeberangan Perahu Nelayan
Putusnya Jembatan Kuta Blang akibat banjir memaksa warga di Bireuen mengandalkan perahu nelayan sebagai jalur penyeberangan, Selasa (09/12/2025).
Warga terdampak banjir di Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh, terpaksa menyeberangi Sungai Peusangan menggunakan perahu nelayan sejak putusnya Jembatan Kuta Blang pada 26 November 2025 lalu. Setiap hari, perahu-perahu motor milik nelayan dijadikan sarana penyeberangan darurat bagi masyarakat yang harus melanjutkan perjalanan.
Lebih dari selusin perahu beroperasi di Krueng Tingkeum, menggantikan fungsi jembatan rangka baja yang amblas akibat arus deras. Inisiatif ini muncul dari para nelayan setempat yang secara mandiri menyediakan layanan penyeberangan untuk membantu warga dari kedua sisi sungai. Ongkos perjalanan ditetapkan hingga Rp 20 ribu per orang sekali menyeberang.
Layanan ini sudah berlangsung hampir dua pekan dan mampu melayani ribuan warga setiap harinya. Penyeberangan darurat tersebut menjadi jalur penting bagi masyarakat yang bepergian antara Banda Aceh, Bireuen, dan Lhokseumawe, mengingat jalur nasional sempat terputus total.
Sementara itu, tim gabungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat terus bekerja mempercepat pembangunan jembatan pengganti. Pemasangan jembatan bailey dikebut sebagai solusi sementara untuk memulihkan konektivitas antarwilayah yang terdampak banjir dan kerusakan infrastruktur. Pemerintah menargetkan akses dapat kembali normal secepat mungkin demi kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.