Fakta Unik The Changcuters: Guncang Pestapora, Mengapa Mereka Tetap Digandrungi Lintas Generasi?
The Changcuters sukses mengguncang panggung Pestapora di Jakarta, membuktikan energi mereka tetap memukau lintas generasi. Simak rahasia di balik penampilan heboh band rock n' roll ini!
Grup band rock n’ roll legendaris, The Changcuters, kembali menunjukkan taringnya di panggung festival musik Pestapora 2025. Penampilan energik mereka sukses mengguncang aspal Gambir Expo & Hall D2 JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada hari Sabtu. Kehadiran band asal Bandung ini membuktikan bahwa daya tarik mereka masih sangat kuat di hati para penggemar lintas generasi.
Ribuan penonton memadati area panggung untuk menyaksikan aksi panggung The Changcuters yang selalu heboh. Mereka tak henti berjingkrak mengikuti irama lagu-lagu hits yang dibawakan. Vokalis Tria bahkan sempat menyapa penonton dengan teriakan, "Pestapora mana suaranya? Masih pada kuat?"
Meskipun festival Pestapora diwarnai berbagai isu, The Changcuters tetap tampil prima dan profesional. Mereka berhasil menciptakan suasana konser yang hidup dan ramai. Penampilan ini menegaskan posisi The Changcuters sebagai salah satu band dengan performa paling enerjetik di kancah musik nasional.
Daya Pukau The Changcuters Lintas Generasi di Pestapora
The Changcuters, yang terbentuk pada tahun 2004, sekali lagi membuktikan mengapa mereka tetap relevan di industri musik Indonesia. Dengan kompak mengenakan setelan merah jambu, Mohammad Tria Ramdhani (vokal), Muhammad Iqbal (gitar), Arlanda Ghazali Langitan (gitar), Dipa Nandastyra Hasibuan (bass), dan Erick Nindyoastomo (drum) tampil penuh semangat dan atraktif. Energi mereka menembus para penonton, membuat mereka tak henti berjingkrak hingga aspal panggung benar-benar bergetar.
Band ini membawakan deretan tembang hits yang akrab di telinga, mulai dari “Racun Dunia”, “Memang Beda”, “Suka Suka”, hingga “Hijrah ke London”. Setiap lagu disambut antusias oleh penonton yang didominasi kaum muda. Gaya kocak para personel yang dipadukan dengan aransemen rock and roll yang keras menciptakan sinergi yang luar biasa, menjadikan setiap momen di panggung tak terlupakan.
Vokalis Tria juga sempat melontarkan candaan yang disambut tawa penonton. "Ini Sheila On 7 lagi main kan sekarang? Tapi kalian di sini tetap ramai, wah, terima kasih sekali," ujarnya, mengacu pada band lain yang mungkin tampil di waktu bersamaan. Hal ini menunjukkan kerendahan hati dan kemampuan The Changcuters dalam berinteraksi dengan penggemar mereka.
Pria-pria yang dikenal dengan gaya skinny dan kini telah berusia kepala empat ini juga tidak lupa membawakan lagu-lagu terbaik mereka dari masa lalu. Tembang seperti “Parampampam” dan “I Love U Bibeh” turut memeriahkan suasana. Penampilan The Changcuters di Pestapora ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas dan energi mereka tidak pernah luntur.
Pestapora dan Kontroversi Sponsor: Respon Musisi
Festival musik Pestapora 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 5-7 September, sempat diwarnai isu kontroversial terkait sponsor. Beberapa musisi memutuskan untuk membatalkan penampilan mereka karena keberadaan sponsor yang bertentangan dengan pandangan pribadi atau kelompok mereka. PT. Freeport menjadi salah satu sponsor yang memicu penolakan tersebut.
Musisi yang memilih untuk mundur dari festival antara lain:
Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes terhadap keterlibatan perusahaan tambang tersebut. Di sisi lain, beberapa musisi lain, seperti Yacko dan Sal Priadi, tetap memilih untuk tampil. Namun, mereka menyumbangkan pendapatan yang diperoleh dari festival tersebut kepada organisasi lingkungan hidup sebagai bentuk kepedulian.
Menanggapi gelombang penolakan ini, pihak penyelenggara Pestapora telah memberikan pernyataan resmi. Mereka menyatakan telah membatalkan kerja sama dengan Freeport dan menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Kejadian ini menyoroti pentingnya etika dan nilai-nilai yang dipegang oleh musisi dalam setiap keterlibatan mereka di acara publik.
Meskipun demikian, The Changcuters tetap tampil dan berhasil memberikan penampilan terbaiknya. Mereka fokus pada musik dan interaksi dengan penggemar, menunjukkan profesionalisme tinggi. Hal ini membuktikan bahwa semangat bermusik dapat mengatasi berbagai tantangan eksternal yang ada.
Sumber: AntaraNews