Bantuan Rp 17 Miliar Bencana Sumatra Dialokasi Keperluan Sembako dan Layanan Kesehatan
Dana bantuan yang terkumpul untuk korban bencana di Sumatera Barat, Utara, dan Aceh telah mencapai Rp 17 miliar.
Bantuan untuk para korban bencana di Sumatera Barat, Utara, dan Aceh telah terkumpul dari berbagai sektor dengan total mencapai Rp 17.094.300.275. Fokus utama dari bantuan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti sembako, filter air, panel surya, jaringan komunikasi, dan layanan kesehatan.
Bantuan tersebut merupakan hasil dari konser amal gerakan solidaritas yang melibatkan 100 Musisi Heal Sumatra serta berbagai kegiatan penggalangan dana yang melibatkan musisi dari berbagai generasi, komunitas, dan dukungan dari banyak pihak.
"Ini membuktikan kesetiakawanan sosial antara artis musisi, alumni kampus, swadaya masyarakat, BUMN dan pemerintah pada saatnya dibutuhkan terasa hebat dampaknya. Kegiatan yang mengharukan dan membanggakan untuk Indonesia. Tak akan saya lupakan," ungkap Kadri Muhamad, penggagas gerakan 100 Musisi Heal Sumatra, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2).
Selain itu, bantuan juga dialokasikan untuk mendukung operasional rumah sakit serta pengadaan alat kesehatan di RS Langsa dan Tamiang. Seperti yang diketahui, setelah terjadinya banjir, RSUD Aceh Tamiang telah mulai beroperasi kembali secara bertahap, dengan prioritas pada layanan kegawatdaruratan dan pelayanan medis dasar.
Meskipun demikian, beberapa unit layanan penunjang seperti Poli Gigi masih menghadapi keterbatasan akibat kerusakan pada sarana dan prasarana, peralatan medis yang terpengaruh oleh lumpur, serta terbatasnya sumber daya pendukung.
Di Langsa, RSUD Kota Langsa berperan penting sebagai rumah sakit rujukan untuk Kota Langsa dan daerah sekitarnya, termasuk Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Namun, setelah bencana banjir, layanan rumah sakit berisiko mengalami gangguan karena keterbatasan infrastruktur pendukung, terutama pada sistem kelistrikan yang sangat vital untuk operasional layanan kritis seperti instalasi gawat darurat (IGD), unit perawatan intensif (ICU), dan ruang operasi.
Pemulihan Trauma dan Layanan Pendidikan
Dalam langkah awal penanganan darurat, 100 Musisi Heal Sumatra akan mengirimkan relawan ke lokasi bencana yang telah dilatih dalam keterampilan psychological first aid (PFA) untuk memberikan dukungan psikologis dasar kepada para penyintas.
Dengan adanya PFA, diharapkan masyarakat yang terdampak bisa memperoleh bantuan dalam memulihkan kondisi psikologis dan sosial mereka pasca-bencana, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, perempuan, lansia, penyandang difabel, serta keluarga yang terkena dampak langsung.
Program ini bertujuan untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus gangguan jiwa, baik dari segi jumlah maupun kualitas. Dalam pelaksanaan penyaluran bantuan, Musisi Heal Sumatra juga bekerja sama dengan mitra nasional seperti Yayasan Matauli, Iluni UI, Iluni Fakultas, serta Iluni UI Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kerjasama ini bertujuan untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan berkelanjutan.
"Iluni UI berterima kasih kepada seluruh mitra pelaksana serta unsur Universitas Indonesia, yang telah mendedikasikan tenaga dan sumber dayanya untuk turun langsung memastikan bahwa upaya penggalangan dana ini benar-benar membantu saudara-saudara kita di Sumatera," ungkap Kepala Bidang Sustainability dan Social Impact Iluni UI, Adhiyatni Putri.
Dia juga menekankan bahwa upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabencana adalah tantangan besar yang memerlukan kerja sama yang cepat dan kolaboratif.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kantor Utusan Khusus Presiden, sangat penting untuk mempercepat proses bantuan dan pemulihan di lapangan. "Masih banyak yang perlu diupayakan, dan tugas kita untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatra belum selesai," tambahnya.
Donasi yang terkumpul mencakup bantuan dalam bentuk dana tunai dan barang, termasuk kontribusi masing-masing sebesar Rp 1 miliar dari beberapa perusahaan BUMN seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Seluruh donasi yang berhasil dihimpun akan disalurkan melalui model distribusi yang berbasis pada kebutuhan, dengan data lapangan sebagai acuan utama dalam menentukan prioritas bantuan.
Cakupan bantuan ini meliputi penyediaan air bersih dan sanitasi, logistik pangan dan nonpangan, pelayanan kesehatan darurat, obat-obatan, serta dukungan psikososial bagi para penyintas.